Showing posts with label Sepenggal Cerita. Show all posts
Showing posts with label Sepenggal Cerita. Show all posts

Saturday, May 11, 2019

BersamaNya dan Bersamanya.

May 11, 2019 0 Comments

Aku, kamu, kamu dan kamu mungkin memiliki ketakutan yang sama, keraguan yang sama atau bahkan trauma yang sama. Aku dan Kamu merasa tidak aman. Tidak aman karena ketakutan akan masa lalu, keraguan untuk melangkah dan mungkin masih ada trauma yang selalu membayang. Kita sepertinya memang punya masalah yang sama.

Tapi apa kita akan selalu hidup seperti itu? Jangan :')

Akan ku beritahu salah satu rahasiaku. Yang aku lakukan adalah melakukan banyak hal.
Lakukan sebanyak-banyaknya, sesering mungkin, syukur-syukur banyak melakukan hal yang bermanfaat.

"Maka apabila kamu telah selesai dari satu urusan maka kerjakanlah dengan sungguh-sungguh urusan yang lain." (QS Al-Insyirah:7)

Terlepas dari memang Allah sendiri yang menyuruh kita untuk produktif, selesai mengerjakan 1 urusan kemudian segera berpindah ke urusan lain. Menurutku, melakukan banyak hal juga cara untuk melupa. Melupakan ketakutan, melupakan keraguan, melupakan trauma. Sejauh ini, masih efektif, dengan melakukan banyak hal kamu akan sibuk, kalau kamu sibuk kamu akan lupa.

Jadi, tetap semangat!
Aku, kamu, kamu dan kamu pasti bisa insyaAllah. Tetap kuat, tetap sabar. Memang pasti akan tetap berat jika melakukan sendiri. Pasti tetap ada detik dimana ketakutan itu tetap hadir, tiba-tiba ragu muncul, tiba-tiba trauma datang. Namun percaya, kelak, kamu tidak sendiri, ada seorang lagi yang menguatkanmu. Seorang yang menggenggam tanganmu, genggamannya membuat ketakutanmu berkurang, genggamannya membuat kamu berani melangkah dan genggamannya menyembuhkan luka traumamu. Ia yang memberikan kepastian dan selalu mengingatkan bahwa bersamaNya dan bersamanya, maka kamu akan aman.

Rumah, 10:17 PM.
Fly High!

**(hal random yang kalau dibaca dari atas sampai bawah sepertinya ga nyambung). silahkan diabaikan~

Tuesday, August 29, 2017

Y+3

August 29, 2017 0 Comments

Selamat Wisuda!!!
2 kata itu sukses membanjiri homepage Instagram aku. Ada apa di bulan Agustus 2017?

3 tahun yang lalu juga sama, di bulan yang sama, pun juga sama-sama di tanggal akhir, 2 kata itu sukses terngiang di telinga aku. Selamat Wisuda.

Dulu sama sekali ga kebayang menjadi aku yang sekarang. Berfikirnya ya setelah lulus pasti kerja sesuai jurusan dong. tapi nyatanya? jauh banget sama gelar di ijazah aku.
Aku berada di titik bahwa aku sadar kayanya aku salah jurusan nih dulu. Oke Aku ralat ya, bukan salah, tapi cuma aku aja yang kurang berhasil mempertahankan gelar jurusanku. ehehe
Nyesel? awalnya sih. Mikir aja dulu kenapa ya milih ini jurusan, padahal ngerasa Istikarah udah bener. Udah fix banget milih ini jurusan dan menyingkirkan jurusan lain yang aku juga keterima.
Tapi sekarang aku udah ga nyesel, ya kalau dipikir-pikir 3 tahun di kampus itu berarti banget emang dan mungkin gabisa aku dapetin di tempat lain. Dari mulai ilmunya, deg-degannya dan segala macam drama selama 3 tahun yang ga tergantikan. Dan kalau aku ga punya gelar ya gabisa juga kerja di tempat sekarang kan. Juga aku percaya, kalaupun sekarang aku belum dapet jawaban yang pas kenapa dulu aku 'dikirim' ke Jurusan itu, nanti juga muncul jawabannya, pasti Allah punya cerita lain, dan ini yang terbaik.

Sempat 2 tahun bekerja di jurusan sesuai gelarku, aku ngerasa emang ini jurusan bermanfaat banget sih. dari Ilmunya yang A to Z, semua usia bisa ditangani.
Aku seneng banget dulu kalau pas aku lewat, ada yang nyapa di tengah-tengah ramainya pasien yang antri di meja pendaftaran. Juga ada ibu-ibu yang nangis pas tau aku resign, padahal aku baru ketemu sekali. Drama-drama kehidupan di poli yang ga bisa dilupain sampai sekarang. Iya, sekarang aku kangen masa-masa itu.

Bulan-bulan setelah resign, aku sadar aku punya cita-cita lain disamping aku juga ngerasa aku gabisa lagi nih berkecimpung di dunia kerja sesuai jurusanku. Campur aduk rasanya di hati, harus jujur sama hati juga harus jujur dong sama Ibu Bapak kalau anaknya ini "seenak jidat" gamau kerja di jurusannya.
Sebenarnya Kalau untuk sehari-hari atau bakti sosial aku masih bisa pakai ilmu jurusanku, tapi kalau kerja, rasanya aku perlu mikir ratusan purnama lagi deh ngalahin lamanya Rangga yang ngegantungin Cinta.

Semakin aku kenal dunia luar, semakin aku tau, banyak juga ya yang kaya aku, kerja di luar bidang jurusannya. Ya gapapa, pilihan masing-masing kan? Jangan kaget. Semoga pilihan kita saat ini sesuai jurusan atau engga, ngebawa kita jadi orang yang makin bermanfaat dan ngehasilin pundi-pundi amal kebaikan yang berkah. aamiin

Dalam buku Awe-Inspiring Me karya Dewi N. Aisyah
"Tuhan menaruhmu di tempatmu yang sekarang, bukan karena kebetulan. Orang yang hebat tidak dihasilkan melalui kemudahan, kesenangan dan kenyamanan. Mereka dibentuk melalui kesukaran, tantangan dan air mata." (Dahlan iskan)



Kamar Osa, 10:27 PM
Setelah lama tidak muncul. Sekalinya muncul malah curhat. Harap maklum.

Fly High!

Friday, July 4, 2014

biar tau surga kaya apa.

July 04, 2014 0 Comments
semalam aku menemani ibuku ke swalayan macam toserba gitu. Tepat di lantai 2 bagian perlengkapan-perlengkapan non bahan pokok (?)
Aku dan ibuku sedang menunggu mas-mas penjaga menulis nota belanjaanku tepat di depan rak buku bacaan, nota nanti pada akhirnya dibayar di lantai 1. lalu, ada anak kecil laki-laki, sekitar 7 tahun menghampiri..

"Mas, ada buku tentang surga dan neraka", tanya anak laki-laki itu.

"Ga ada dek", jawab singkat Mas penjaga.

seakan tidak menggubris perkataan mas-nya yang bilang 'gak ada', dia tetap mencari buku surga dan neraka, matanya melirik-lirik ke atas rak buku, sesekali kepala nya mendongak ke rak yang lebih tinggi sambil bergumam pelan "biar tau surga kaya apa". Dan jawaban itu seakan menjawab pertanyaan orang di sekitarnya 'buat apa mencari buku surga dan neraka?'

aku seketika tersenyum lepas, ah keren sekali anak ini.



Salam Metamorf!
1:31 PM
Perpusat

Wednesday, June 4, 2014

3 tahun.

June 04, 2014 0 Comments
27 Mei 2014 yang lalu ialah hari pengumuman SNMPTN Undangan
berarti kurang lebih 3 tahun yang lalu aku pun sedang membaca hasil pengumuman SNMPTN Undangan
tak lama setelahnya aku hampir menangis. aku minta maaf kepada ibuku. aku gagal mendapatkan undangan


Tiga tahun setelah hari itu, aku sedang tersenyum. aku selesai UAS di semester 6 ini. Aku sudah menuntaskan kewajiban praktek klinikku sebagai mahasiswi. Aku telah bertemu puluhan pasien di Rumah Sakit, bertemu mereka adalah salah satu alasanku juga bertahan di jurusan ini.

"Aku tak suka biologi" dulu saat SMA aku pernah berkata seperti itu dan berkata "Aku suka Matematika"
haha lucu nya aku diterima di jurusan yang sangat jauh dengan angka dan sangat dekat dengan tubuh manusia. Fisioterapi.

sudah 3 tahun, aku disini. Aku masih percaya ada maksud Allah mengirimku dan menetapkan hatiku di jurusan ini. Semoga maksud yang baik. Dulu aku memilih jurusan ini, aku harap itu juga campur tangan Allah bukan sekedar 'nafsu' ku saja ingin kuliah di PTN itu. aamiin :)


 "Man saara ala darbi washala"
Siapa yang berjalan di jalannya akan sampai di tujuan

- Rantau 1 Muara -


Salam Metamorf!
Kamar Osa
06:03 PM





Thursday, May 15, 2014

kamu dan matematika

May 15, 2014 0 Comments




Aku ingin mencintaimu seperti aku mencintai matematika. Tanpa alasan.
Saat senang, sedih, bahkan stress sekalipun aku tetap menyukainya.
Yah meskipun soal yang tak bisa kutemukan jawabannya lebih banyak daripada yang tertebak. Tapi aku tetap suka, bahkan cinta. Tangan ini selalu saja punya alasan untuk mengotak-atik angka-angka dalam soal.

Kamu tahu? Betapa semangat tingkat tingginya aku menaklukkan soal matematika? Iya, sampai aku juga tak habis pikir dengan diriku sendiri. Walaupun sebatas matematika SMA saja yang aku bisa, kalau kalkulus tak mengertilah aku. Aku bukan seorang yang cerdas dalam matematika, dibanding temanku yang lain aku hanyalah butiran debu, aku hanya seorang pecinta matematika <3
Seperti matematika, Aku juga ingin semangatku menyala-nyala ketika berhadapan denganmu.

Aku rasa aku sudah jatuh cinta denganmu, tapi nyatanya belum. Mungkin aku hanya baru suka atau bisa disebut cinta tapi baru cinta di permukaan. Aku masih belum mengenalmu seutuhnya, belum mengenal sampai akar.
Aku akan terus berusaha mencintaimu seperti aku mencintai matematika, hingga aku mengenalmu sampai dasar akar, sampai aku melihat segala celah untuk menaklukkanmu, insya Allah.

Teruntuk kamu, FT Pediatri :’)


#inilebay #sengajadibuatlebay :D



draft Senin, 12 Mei 2014
salam metamorf!

Wednesday, March 26, 2014

yang baik-baik

March 26, 2014 0 Comments
dulu, aku pernah mengikuti sebuah seminar Pra Nikah di kampusku..
bukan main, salah sekali aku di hari itu, salah sekali untuk datang telat.
dari tempatku duduk, rasanya jauh sekali memandang pembicara di depan.
yap, seminar kali ini sangat ramai.
tapi bukannya sangat biasa jika seminar Pra Nikah selalu ramai membludak? haha!

aku lupa siapa pembicara saat itu, tapi Segelintir kalimatnya aku masih ingat sampai sekarang..


"Terkadang kita lupa, harusnya bukan cuma meminta suami yang baik, tapi juga minta sama Allah dipertemukan dengan mertua yang baik"



Mertua...
Orang Tua suami/istri kita, yang kelak pada akhirnya menjadi orangtua 'kandung' kita.
Mertua...
selalu menjadi topik hangat rasanya saat ini terutama hubungan mertua dan menantu.
Selalu saja, ada kabar tak enak atau cerita-cerita curahan hati yang terdengar di telingaku, entah menantu yang bermasalah dengan mertua atau sebaliknya.
Aku selalu berpikir mungkin hanya ada misscom diantara keduanya.
Bisa jadi Sang Ibu yang belum siap berbagi cinta anaknya atau Sang Istri yang belum mengerti perasaan Ibu mertua nya, atau 'bumbu-bumbu' lain yang membuat hubungan mereka jadi tak sedap. #soktau
Yah, aku sih belum cukup umur (?) kalau bicarain tentang hal ini, baru hanya bisa menduga-duga :D

yang pasti, aku selalu berharap, kelak aku dipertemukan dengan seorang Ibu dan Ayah yang baru, yang menganggapku sama seperti anaknya, sayangnya sama, cintanya sama.
Ibu dan Ayah yang baru itu... Ibu dan Ayah suamiku kelak :') aamiin
#kemudiangalau


salam Metamorf!

Sunday, June 30, 2013

Maafkan aku.

June 30, 2013 0 Comments
Aku minta maaf, minta maaf yang mendalam
Jikaku tak bisa menjagamu
Pada akhirnya mungkin aku hanya bisa menyalahkan jarak
Jarak yang memisahkan kita, memisahkan terlampau jauh
Jauh hingga aku luput membiarkanmu pergi lebih menjauh

ah, masih saja aku ini dengan mudah menyalahkan jarak
padahal, dulu pun aku dengan bangga menyatakan..
"Jika jarak tak terlampaui dengan indera, masih ada hati yang bisa melampaui sekalipun dibatasi jarak tak terkira"
jadi bukankah tak ada yang salah dengan jarak? sejauh apapun itu asalkan masih ada hati

Baik, kita tinggalkan masalah jarak. berarti apa yang salah?
Iya, yang salah adalah hatiku
Hatiku yang mungkin sudah sedikit melupakanmu
Terlalu menikmati lingkungan saat ini, teman yang berbeda, sahabat yang baru
Hingga ku tak lagi memperhatikan sahabat lamaku
Tak menanyakan lagi kabarmu, pun juga tak menanyakan kesibukanmu
Hei bahkan dulu kita saling mengingatkan kabar bukan, iya kabar iman kita masing-masing..
Tapi sekarang? kita tenggelam dengan hari masing-masing
Oh bukan, mungkin aku yang terlalu tenggelam mendasar hingga kau tak menemukanku

hingga saat kemarin, aku terdiam melihat jejaring sosialmu
kau berubah, kau jauh lebih narsis ya sekarang :)
tapi bukan itu fokusku sayang, aku terdiam bukan sekedar melihat banyak foto-fotomu di dunia maya
terlebih karena aku tak melihat lagi kain kerudung panjangmu
kerudung yang menutupi dada, aku tak lihat
aku hanya melihat kerudung yang melilit di lehermu, kau tetap cantik memang
tapi kalau boleh jujur, lebih cantik dahulu saat kerudungmu mengulur hingga menutupi dada
iya, tak 'mencekik' lehermu secara perlahan
hingga kusadari kau telah berubah dan aku yang salah

Sahabat macam apa aku ini yang tak bisa 'menjaga' sahabatnya sendiri?

hanya Allah yang bisa membolakbalikkan hati, semoga Ia tetap menjagamu, semoga Ia makin sayang padamu dan membuka luas hatimu :')

Maafkan aku.


8.18 AM
28  Juni 2013
Rumah, dengan draft lama yang baru terselesaikan

Saturday, June 29, 2013

Aku (pun) begitu.. kemana saja satu bulan ini?

June 29, 2013 0 Comments


Aku pun begitu..
sedih

Merasa menyesal di akhir, sudah maksimal belum Ramadhan tahun ini?
rasanya ingin mengulang ke hari pertama Ramadhan menyapa. Lalu..
memaksimalkan setiap detik, mengukir jejak bermanfaat, menggores setiap amalan dengan senyuman...
Pokoknya aku ingin melakukan semua hal manis sepanjang Ramadhan
sayangnya tak ada mesin waktu, tak ada pintu kemana saja Doraemon, Karpet Terbang Aladin pun tak ada
untuk mengantarkanku kembali ke masa lalu. Namun, sekalipun ada benda-benda itu, tetap saja waktu tak bisa dikembalikan bukan?

aaah.. penyesalanku datang, kemana saja aku satu bulan ini?
sekalipun sesal datang menggebu-gebu, ia pun tak bisa menghentikan detik-detik kepergian Ramadhan tahun ini. Waktunya bangkit dan mencharge kembali semangat untuk jadi karakter yang lebih baik esok!
inginnya dapat bertemu kembali dengan Ramadhan berikutnya, semoga bisa maksimal disana (insyaAllah)..
inginnya di setiap bulan di luar Ramadhan nantinya pun bisa melihat umat Muslim saling berbagi, berburu sale pahala, berlomba dalam kebaikan dan semangat membaca, mentadabbur dan memperlajari Al-Qur'an layaknya di Bulan Ramadhan :')

ada sesak rindu nantinya kelak, ketika kau telah meninggalkanku, wahai Bulan Ramadhan
pastikan waktu saat ini hingga nanti jika dipertemukan kembali denganmu..
aku telah berubah lebih baik daripada sekarang dan siap menyapamu (lagi) dengan senyuman terbaik :)
yeay, semangat!


                                                                                                                                                            


ini draft tahun lalu dengan sedikit revisi, 18 Agustus 2012
sebentar lagi akan menyambut (lagi) ramadhan, sudah jadi lebih baik dari tahun lalu?
semoga tahun ini tak menyesal (lagi), aamiin :') 


8:52 AM
28 Juni 2013
Rumah 

Sunday, February 10, 2013

Umar bin Abdul aziz

February 10, 2013 0 Comments
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, semangat pagi :)

di Minggu pagi ini, dapat kabar duka cuta dari FIK UI
Innalillahi wa innailaihi raaji'uun, telah meninggal dunia Annisa Azwar (FIK 2011)
semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT, keluarga yang ditinggalkan di-ikhlas-kan hatinya begitupun sahabat dan orang-orang yang dikenalnya :')

Aku sendiri ga kenal, tapi TL twitter banyak yang ngetweet tentang ini
sepagi ini dapat berita duka cita jadi inget tentang suatu kisah, baru aku baca kemarin..

ini sedikit kisah dari buku pdf "Cinta di Rumah Hasan Al Banna" di hal 1

"Siapa yang menjaminmu hidup sampai setelah waktu zuhur?"
Pertanyaan itu terlontar dari mulut seorang pemuda kepada khalifah Umar bin Abdul Aziz, tokoh pemimpin bergelar Khulafaur Rasyidin yang kelima. Ketika itu, khalifah yang terkenal keadilannya itu sangat tersentak dengan perkataan sang pemuda. Terlebih saat itu, ia tengah merebahkan diri beristirahat usai menguburkan khalifah sebelumnya,, Sulaiman bin Malik.
Tapi baru saja ia merebahkan badannya, seorang pemuda berusia tujuh belasan tahun datang menghampirinya dan mengatakan, "Apa yang ingin engkau lakukan wahai Amirul Mukminin?" Khalifah Umar bin Abdul Aziz menjawab, "Biarkan aku tidur barang sejenak. Aku sangat lelah dan capai sehingga nyaris tak ada kekuatan yang tersisa." 
Namun pemuda itu tampak tak puas dengan jawaban tersebut. Ia bertanya lagi, "Apakah engkau akan tidur sebelum mengembalikan barang yang diambil secara paksa kepada pemiliknya, wahai Amirul Mukminin?" 
Khalifah Umar bin Abdul Aziz mengatakan, "Jika tiba waktu zuhur, saya bersama orang-orang yang akan mengembalikan barang-barang tersebut kepada pemiliknya." Jawaban itulah yang kemudian ditanggapi oleh sang pemuda, "Siapa yang menjaminmu hidup sampai setelah waktu zuhur, wahai Amirul Mukminin?" 
Pemuda itu bernama abdul aziz. Ia. putera Amirul Mukminin, Umar bin abdul Aziz. Semoga allah merahmati keduanya.
 Apa hayo hikmah yang di dapet? coba dipikirkan masing-masing :)

o iya, btw ada yang ngeh ga, kok khalifah Umar bin Abdul Aziz bisa dapet gelar Khulafaur Rasyidin kelima?
Yang kita pasti tahu Khulafaur Rasyidin ada Abu Bakar Ash Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib. Nah kenapa Umar bin Abdul Aziz kelima? padahal sebelumnya ada Sulaiman bin Malik..
setelah baca-baca, ini karena pada masa Umar bin Abdul Aziz, mengalami kejayaan yang gemilang, makadari itu para ahli sejarah menjulukinya Khulafaur Rasyidin kelima setelah Ali bin Abi Thalib.

Referensi :
#Cinta di Rumah Hasan Al Banna
http://harianislam.blogspot.com/2012/04/sulaiman-bin-abdul-malik-715-717-m.html
http://www.republika.co.id

hanya kepada Allah kita akan kembali :')


Salam Metamorf!
08.52 am, Kamar Osa

Saturday, December 22, 2012

Fisiologi (oh) Fisiologi

December 22, 2012 0 Comments
Rabu kemarin, 19 Desember kemarin.. jadwal ujian Fisioterapi itu Fisiologi
dan total (harusnya) yang dibaca ada 11 bab  untuk bahan UAS
waktu ujian pun tiba, ga bisa dipungkiri lagi kalau yang namanya kumpulan soal Fisiologi itu (ga) mudah cari jawabannya, kalau ngenyilang jawabannya si gampang-gampang aja :D
Sehabis keluar dari ruang ujian, beberapa teman temin ngegalau jawabanlah, pusinglah atau apalah ya intinya berkeluh-kesah, aku juga ada rasa sedikit ketar ketir si emang tapi yaudahlah ya kan udah selesei juga ujian fisiologinya :)

sambil keluar kelas, langsung buka hp dan ada sms setia nih yang tiap hari ikut ngewarnain hp dengan tulisan "pesan baru", sms tausiyah aa Gym

"Keluh kesah menandakan tak ridho dengan takdirNya, padahal setiap takdir bagi beriman pasti baik"


Aa Gym

dan ini dia, langsung senyum pas baca, seakan lewat sms ini, Allah nguatin dan ngasih tau kalau kita tak boleh berkeluh kesah sebagai tanda ridho atas takdirNya, takdir hari ini, takdir kemarin, takdir hari esok, termasuk nanti takdir dapet Nilai Fisiologi berapapun itu :D
semoga Nilai Fisiologinya memuaskan, semoga takdir nilai UAS aku, kamu, kalian juga memuaskan ya! aamiin :)

salam Metamorf!


Wednesday, August 1, 2012

# Cerita Maba

August 01, 2012 2 Comments
Kemarin 310712 tiba-tiba ingin membagi cerita tentang petualangan sherly di Balairung.
Balairung? Yap, kemarin bantu jaga stand CBT di dalam balairung loket VII dan stand ini wajib didatengin Maba. Awalnya sherly cuma duduk di meja sambil nge-streples-in formulir yang jumlahnya ratusan sampai ngerasain tangan seakan ‘keriting’. Yaa itu sekedar tugas sepele, tapi sangat berasa untuk ukuran tangan sherly yang imut ini. Haha

Maba-maba berdatangan bergantian duduk di barisan bangku depan stand dan sherly masih saja duduk anggun sambil #tetep nge-streples-in formulir. Sambil melihat dari kejauhan, lirak lirik, ini mana ya alumni 49 yang daftul (daftar ulang), tidak terlihat batang hidungnya. Sampai sesaat mata tertuju ke seorang Bapak yang membawa berkas layaknya Maba yg daftul, terbesitlah dalam hati (tetep masih dengan tangan dan streples)

“loh kok ada Bapak-bapak, oo mungkin mahasiswa S2 lg daftul”, pikiran sesaat sherly dalam hati

Bapak itu mendekat ke stand CBT, ternyata beliau berdua dengan seorang anak laki-laki (nah kalau yang ini seumuran Maba) dan anak itu ikutin Bapaknya terus. Akhirnya mengertilah kalau Bapak itu pasti orang tua mahasiswa yang mau daftul. Dan ternyata kemarin itu daftar ulang hanya untuk mahasiswa S1 Reguler, fix ini mah Sang Bapak si Maba :D

“oo nemenin anaknya, emang boleh ditemenin sama orang tua? Perasaan daritadi maba daftul engga ada yang sama ortunya”, bertanyalah dalam hati si sherly

Semakin mendekat, semakin mata ini jelas melihat sosok anak laki-laki tadi (eh ini bukan cari kesempatan perhatiin Maba ya -__-“). Anak laki-laki tadi berhasil membuat senyum simpul Sherly makin mengembang dan pastinya makin semangat (termasuk #tetep semangat streples-in form, yap), senyum yang sejalan dengan ‘Lacrimal’ yang entah semenjak tadi menekan airmata untuk keluar, tapi sayangnya sedang di depan banyak orang, yap sherly berhasil cegah si ‘Lacrimal’ supaya tidak bekerja mengeluarkan air mata di saat yang tidak tepat :’)

Hati pun terenyuh melihat sosok maba itu mendekat bersama Bapaknya. Tak disangka mereka duduk di barisan depan stand CBT, tepat di depan Sherly yang #tetep lagi duduk anggun streples-in form. Langsunglah mata ini menangkap bayangan sosok maba yang daritadi menarik perhatian, memastikan penglihatan jarak jauh tadi tak salah, memastikan bahwa senyum ini tak salah mengembang.

Ya benar tidak salah, kenapa hati ini terenyuh? Kenapa seakan semangat tercharge?
Ketika terlihat jelas, (maaf) mata sang adik maba ini mengalami kekurangan, tak sinkron antara mata kanan dan kiri letaknya, sepertinya membuat penglihatannya pun terganggu. Entah si adik ini tuna netra atau hanya terganggu penglihatannya yang pasti kemarin saat daftar ulang, Sang bapaklah yang aktif dalam proses daftar ulang menemani dirinya.

Hati-nya mungkin selalu membersihkan diri, selalu bersyukur walaupun dengan keterbatasan yang ada di dirinya , dan di balik keterbatasan itu pasti ada semangat yang tinggi, saking tingginya bisa menembus jalur masuk UI, bisa menerobos ratusan ribu saingannya di luar sana.

Semakin dekat, semakin jelas, hebatlah si adik ini dengan kekurangannya dia berhasil menjadi Mahasiswa dari Universitas yang diincar ratusan ribu anak di luar sana.
Semakin dekat, semakin jelas bahwa tak ada batas dalam usaha asalkan keinginan itu selalu ada.
Semakin dekat, semakin jelas mengukir sejarah tak terbatas kesempurnaan, kekurangan pun bisa mengukirnya.

Sesaat merasa terpukul, ini Sherly yang Alhamdulillah normal sudah melakukan apa ya? Selama ini semangat kuliahnya ada ga ya? Sudah bersyukur belum?
Sesaat setelahnya, tercharge-lah semangat untuk jadi yang lebih baik lagi, ingin maksimal mengejar impian, seperti adik Maba tadi, semoga Istiqomah J
Sesaat kemudian, sepasang Bapak dan anaknya tadi bergerak meninggalkan loket VII dan beranjak ke loket berikutnya meninggalkan kami. Tapi semangat dan motivasi dari sang adik tetap disini, sekalipun ia mungkin tak menyadari bahwa langkahnya menginspirasi orang di sekitarnya.

Terukir senyum dan berkata “Terima Kasih sudah memotivasi, Terima kasih karena mengingatkan diri ini untuk selalu bersyukur, Terima kasih karena mengajarkan bahwa kekurangan memang bukan menjadi penghalang untuk terus membuat jejak-jejak hebat kehidupan J

“Karena Mata bisa jadi buta, Mulut bisa saja bisu, Telinga bisa tertakdir tuli.
Tapi hati, segumpal daging di tubuh ini tetap bisa melihat, mendengar dan berbicara jauh melebihi kapasitas yang terlihat orang lain”

Malam hari, di ruang depan

Monday, May 14, 2012

Rekaman Dialog itu..

May 14, 2012 0 Comments
B adalah teman si A, yang pada lingkungannya si A ini terkenal dengan kegiatannya di bidang LDF atau ROHIS Fakultas
B : "A, lu udah khatam Al-Qur'an berapa kali?"
A : "gatau, ga pernah ngitung"
B : "wih udah banyak dong?"
A : "hah? engga juga, tp emang ga ngitungin"
B : "ya bukan, kalau lu aja lupa udah khatam berapa, berarti ngaji gue masih kalah banyak sama lu"
A : "..." (dalam hati, intensitas ngaji gue aja naik turun gini)

Jika kita jadi seorang B, pelajaran yang dapat diambil adalah menjadi terpacu untuk lebih rajin mengaji (karena menganggap si A lebih rajin mengaji)
*Fastabiqul Khairat, berlomba-lomba dalam kebaikan

Jika menjadi seorang A, entahlah rasanya mungkin seperti tertampar, tertampar bahwa dirinya yang dianggap sebagai seorang yang rajin mengaji pada kenyataannya kegiatan mengajinya pun naik turun, kadang bersemangat, terkadang untuk menambah bacaan lembaran Al-Qur'an pun tak bersemangat.
*introspeksi diri

yang paling keliatan dari dialog diatas adalah saling mengingatkan, ya walaupun mengingatkan secara tidak langsung untuk yang mendengar di sekitar maupun sang pelaku adegan :D

Saling mengingatkan ya :)
Rumah, Malam Hari

Monday, March 26, 2012

di kelas Statistika

March 26, 2012 0 Comments
kebisingan itu kembali terdengar..
hari ini, anak ft'11 (kapan-kapan ya ngebahas ini kelas :)) jadwalnya kelas di Cikini.
seperti biasa "si statistika" punya tempat istimewa, disaat yg lain kelasnya di Depok, dia beda sendiri kelasnya di Cikini, tepat di gedung (lupa namanya) deket stasiun cikini.
ini minggu kedua kami dapat mata pelajaran SPSS dan pastinya harus menggotong si lappi tercinta untuk praktek disana
ujung ketemu ujung, ternyata ya kebanyakan lappi anak ft bocor baterainya dan pastinya butuh yg namanya chargeran. smua sibuk kesana kemari menyelamatkan laptopnya masing-masing dr bencana baterai sekarat menuju habis. Ada yang dr kost.an niat bawa stop kontak barislah, ada yang dari awal ngincer tempat depan supaya bisa dapet stopkontak UI, dan dengan santainya seorang gadis duduk stay cool di hadapan laptopnya (re : sherly) :D sorry aja nih, laptop tercinta saya ga ada tuh yang namanya sekarat-sekarat baterai, Alhamdulillah banget bisa tenang bin stay cool dikala keributan "stopkontak" di kelas.


dari jauh
lebih dekaat




bisa dibayangkan gimana bahayanya aliran di stopkontak ini.. cuma bisa geleng-geleng pas ngeliat :Dv

Sunday, February 19, 2012

amplop putih itu..

February 19, 2012 0 Comments
"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"
(Ar Rahman : 13)

mencoba menerka nerka apa yang ada di dalam isi amplop putih itu..
malam itu -180212- seperti rutinitas biasanya, seminggu dua kali, aku mengajar privat di rumah adik kelas 49 juga. tapi tak biasanya, saat mau pulang aku dipanggil oleh sang adik kelas, katanya si ada amanah yang harus disampaikan.

ternyata.. amanah itu adalah sebuah amplop putihh...
ya itulah gaji pertamaku untuk bulan Januari ! :D
Alhamdulillah senang dapat rezeki, maklum.. nasib jadi Mahasiswi tengah bulan begini (re: masalah keuangan) :p

masih belum membuka amplop itu hingga pagi hari..
waktu beranjak, dari pagi hari berjalan ke siang hari, ya ! masih rapi tertata juga amplop putih itu tanpa tersobek sedikit pun. muluuus.

ditemani hujan yang dari pagi buta jatuh ke bumi, -semoga sejalan dengan derasnya berkah untuk hari ini ya :))- aku pun membuka amplop ituu, jeng jeng #backsound











klik ! diabadikan dulu, baru di robek :D











di robek dan ada isinya ! (iyalah)
Alhamdulillah, sekali lagi Alhamdulillah


"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"
(Ar Rahman : 13)


emmm... mau dibuat apa yaaaaa ? ^^

Tuesday, February 14, 2012