Showing posts with label NtMS. Show all posts
Showing posts with label NtMS. Show all posts

Monday, January 12, 2015

(de)motivasi.

January 12, 2015 0 Comments

Do'a sebelum Belajar
via doasehariharii.blogspot.com


Hari ini aku akhirnya merasakan apa yang namanya demotivasi, yah semacam malas beraktivitas gitu deh. Ada satu hal yang menuhin pikiran aku sepanjang hari ini sampai berujung di 'diam'. Hingga akhirnya sore tadi, muncul jarkoman yang menuhin diberbagai grup whatsapp aku. dari si SALAM~

"Belajar adalah sikap berani menantang segala ketidakmungkinan bahwa ilmu yang tak dikuasai akan menjelma di dalam diri manusia menjadi sebuah ketakutan. Belajar dengan keras hanya bisa dilakukan oleh seseorang yang bukan penakut."
- Anwar Fuadi 

Ngena banget! Walaupun ga ada hubungannya sih aku sama jarkoman itu, tapi ini pas banget sama perang batin dan pikiranku hari ini ._.
Quotes ini adalah sepenggal dari jarkoman tentang oprec BPH SALAM UI 18. Baru awal kepengurusan aja secara ga langsung udah buat 'pencerahan' seseorang, apalagi sepanjang perjalanan kepengurusannya. Semoga husnul khatimah :')


dan aku bukan seorang penakut! Semangat!


Kamar Osa, 8:08 PM
Fly High!

Saturday, August 2, 2014

Happy Ied 1435! :D

August 02, 2014 0 Comments



Sholat masih bolong-bolong? Hayuk coba mulai menambal bolongnya
Sholat wajib sudah 5 waktu, coba mulai sholat di setiap awal waktu
Sudah sholat di awal waktu, ayo mulai mengejar sholat berjama’ah
Sholat berjama’ah sudah, coba sempurnakan  dengan iringi sholat sunnah
Harus terus bermetamorfosis menjadi lebih baik bukan?
Semoga Ramadhan mengantarkan kita untuk bermatomorfosis secara sempurna, aamiin.
Mohon maaf ya karena diri ini pasti ada salah :) 
Semoga dimaafkan, walaupun mohon maaf dan dimaafkan bukan hanya setelah Ramadhan :)


Happy Ied 1435! :) Mohon Maaf lagi dan lagi


Lets Fly High!
08:54 PM
Home

Monday, April 14, 2014

Rantau Satu Muara

April 14, 2014 0 Comments
Mungkin sesuai namanya, buku ini pun merantau kemana-mana. dari Jakarta, aku bawa buku ini ke Bandung lalu balik lagi ke Jakarta dan akhirnya hari ini aku menamatkan 395 halaman nya (tanpa dihitung dengan halaman tentang penulis). Rantau Satu Muara. Si Novel dengan cover paling adem yang pernah aku lihat..

Karena baca novel ini suka bersambung, alias baca nya selang seling hari, alhasil sempat lupa runutan ceritanya. Tapi, overall aku suka sama buku ketiga dari trilogi Negeri 5 Menara ini terutama bagian setengah buku terakhir, ya walaupun masih lebih ngena di hati Buku pertama nya, Negeri 5 Menara. Hehe


aku mau tulis secumit cerita dinovel ini, tepat di halaman 357. Saat itu, Alif sedang gundah gulana sangat dengan keadaan Mas Garuda yang menghilang belum ditemukan pasca peristiwa 11September, antara hidup atau telah tiada, tak ada yang tahu.

"Kehilangan memang memilukan. Tapi kehilangan hanya ada ketika kita sudah merasa memiliki. bagaimana kalau kita tidak pernah merasa memiliki? Dan sebaiknya kita jangan terlalu merasa memiliki. Sebaliknya, kita malah yang harus merasa dimiliki. Oleh Sang Maha Pemilik."
"Kenapa tidak boleh merasa memiliki?" tanya Aku. Bukannya kita diberikan kesempatan di dunia ini untuk memiliki?
Ustad Fariz membalas, "Pada hakikatnya, tidak ada satu pun yang kita miliki. Segalanya di dunia ini hanya pinjaman. Bahkan kita meminjam waktu dan nyawa kepada Yang Kuasa. Hidup, raga, roh, suami, istri, orangtua, anak, keluarga, uang, materi, jabatan, kekuasaan. Semua adalah titipan sementara. Pemilik sebenarnya cuma Dia."
Aku membela diri, "Tapi ustad, rasa memiliki membuat kita bertanggung jawab dan mencintai."
"Bahkan rasa cinta itu sendiri adalah titipan-Nya," lanjut Ustad Fariz.
"Tentu tidak ada salahnya mencintai dan mengambil tanggung jawab. Tapi kita harus siap dan sadar sepenuhnya, bahwa  Sang Pemilik setiap saat bisa meminta kembali milik-Nya. Karena itu kenapa harus merasa sangat memiliki?" katanya membalas dengan pertanyaan. 

Salam Metamorf!!


 

Friday, July 26, 2013

PAYfamily~ Awesome!

July 26, 2013 0 Comments
Asslamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Minggu lalu, tepatnya di MUI, tepatnya di Aula Utama penuh merapat dengan para anak-anak. Ada yang masih di gendong, hingga mungkin ada yang sudah SMA. Juga banyak kaka-kaka (emm.. aku menyebutnya kaka-kaka, karna mereka sepanjang hari mendampingi anak-anak itu), yap kaka-kaka itu memakai kaos merah. Hei ada apa ini?

Mungkin banyak yang bertanya seperti di atas kemarin, tepatnya 21 Juli 2013. aku juga memakai kaos merah loh, aku ada diantara anak-anak itu. Aku juga salah satu yang kalian sebut sebagai 'kaka-kaka' :)

Ada apa di Minggu kemarin?

oke, mari merapat, aku akan cerita sedikit tentang minggu lalu~

Hari ini, H+5 BUKBERAkbarPAY :)

apa itu PAY? PAY adalah singkatan dari Pecinta Anak Yatim. Sebuah komunitas di Indonesia, aku tau ini dari twitter @PcintaAnakYatim , sila di cek TLnya.

Nah, mereka punya proker di bulan Ramadhan ini namanya BUKBERAkbarPAY, mengajak ratusan relawan untuk gabung bersama ribuan anak yatim untuk buka bersama. Acara ini ga cuma diadakan di jakarta tapi juga tersebar di kota lain di Indonesia. Untuk minggu kemarin, BUKBERAkbarPAY diadakan di Jakarta, yap tepatnya di Masjid Ukhuwah Islamiyah UI Depok. (*sebentar, jadi diadain di Jakarta atau Depok? silahkan bingung :p )

Mengundang sekitar 60 yayasan terdiri dari sekitar 1527 anak yang tersebar di Jakarta dan Depok, juga sekitar 300 relawan yang membantu mewarnai acara hari itu. Rame yaa :D

Rangkaian acara di mulai jam 1 siang, ada dongeng seru, penampilan karya inovasi dari 5 yayasan terpilih juga ada tausiyah. Aku kebagian memegang para kurcaci cilik Yayasan Pualam, dari Jakarta Pusat. satu kata buat mereka, Awesome!







dan #BuatMerekaTersenyum di hari itu membuat kita pun tersenyum.
Alhamdulillah berjalan lancar, semoga kelak anak-anak ini semakin menginspirasi yang lain, yang mungkin lebih memiliki keluarga yang lebih sempurna dibanding keluarga mereka :')



24 Juli 2013, 10:09 PM
Kamar Osa

Sunday, June 30, 2013

Maafkan aku.

June 30, 2013 0 Comments
Aku minta maaf, minta maaf yang mendalam
Jikaku tak bisa menjagamu
Pada akhirnya mungkin aku hanya bisa menyalahkan jarak
Jarak yang memisahkan kita, memisahkan terlampau jauh
Jauh hingga aku luput membiarkanmu pergi lebih menjauh

ah, masih saja aku ini dengan mudah menyalahkan jarak
padahal, dulu pun aku dengan bangga menyatakan..
"Jika jarak tak terlampaui dengan indera, masih ada hati yang bisa melampaui sekalipun dibatasi jarak tak terkira"
jadi bukankah tak ada yang salah dengan jarak? sejauh apapun itu asalkan masih ada hati

Baik, kita tinggalkan masalah jarak. berarti apa yang salah?
Iya, yang salah adalah hatiku
Hatiku yang mungkin sudah sedikit melupakanmu
Terlalu menikmati lingkungan saat ini, teman yang berbeda, sahabat yang baru
Hingga ku tak lagi memperhatikan sahabat lamaku
Tak menanyakan lagi kabarmu, pun juga tak menanyakan kesibukanmu
Hei bahkan dulu kita saling mengingatkan kabar bukan, iya kabar iman kita masing-masing..
Tapi sekarang? kita tenggelam dengan hari masing-masing
Oh bukan, mungkin aku yang terlalu tenggelam mendasar hingga kau tak menemukanku

hingga saat kemarin, aku terdiam melihat jejaring sosialmu
kau berubah, kau jauh lebih narsis ya sekarang :)
tapi bukan itu fokusku sayang, aku terdiam bukan sekedar melihat banyak foto-fotomu di dunia maya
terlebih karena aku tak melihat lagi kain kerudung panjangmu
kerudung yang menutupi dada, aku tak lihat
aku hanya melihat kerudung yang melilit di lehermu, kau tetap cantik memang
tapi kalau boleh jujur, lebih cantik dahulu saat kerudungmu mengulur hingga menutupi dada
iya, tak 'mencekik' lehermu secara perlahan
hingga kusadari kau telah berubah dan aku yang salah

Sahabat macam apa aku ini yang tak bisa 'menjaga' sahabatnya sendiri?

hanya Allah yang bisa membolakbalikkan hati, semoga Ia tetap menjagamu, semoga Ia makin sayang padamu dan membuka luas hatimu :')

Maafkan aku.


8.18 AM
28  Juni 2013
Rumah, dengan draft lama yang baru terselesaikan

Saturday, June 29, 2013

Aku (pun) begitu.. kemana saja satu bulan ini?

June 29, 2013 0 Comments


Aku pun begitu..
sedih

Merasa menyesal di akhir, sudah maksimal belum Ramadhan tahun ini?
rasanya ingin mengulang ke hari pertama Ramadhan menyapa. Lalu..
memaksimalkan setiap detik, mengukir jejak bermanfaat, menggores setiap amalan dengan senyuman...
Pokoknya aku ingin melakukan semua hal manis sepanjang Ramadhan
sayangnya tak ada mesin waktu, tak ada pintu kemana saja Doraemon, Karpet Terbang Aladin pun tak ada
untuk mengantarkanku kembali ke masa lalu. Namun, sekalipun ada benda-benda itu, tetap saja waktu tak bisa dikembalikan bukan?

aaah.. penyesalanku datang, kemana saja aku satu bulan ini?
sekalipun sesal datang menggebu-gebu, ia pun tak bisa menghentikan detik-detik kepergian Ramadhan tahun ini. Waktunya bangkit dan mencharge kembali semangat untuk jadi karakter yang lebih baik esok!
inginnya dapat bertemu kembali dengan Ramadhan berikutnya, semoga bisa maksimal disana (insyaAllah)..
inginnya di setiap bulan di luar Ramadhan nantinya pun bisa melihat umat Muslim saling berbagi, berburu sale pahala, berlomba dalam kebaikan dan semangat membaca, mentadabbur dan memperlajari Al-Qur'an layaknya di Bulan Ramadhan :')

ada sesak rindu nantinya kelak, ketika kau telah meninggalkanku, wahai Bulan Ramadhan
pastikan waktu saat ini hingga nanti jika dipertemukan kembali denganmu..
aku telah berubah lebih baik daripada sekarang dan siap menyapamu (lagi) dengan senyuman terbaik :)
yeay, semangat!


                                                                                                                                                            


ini draft tahun lalu dengan sedikit revisi, 18 Agustus 2012
sebentar lagi akan menyambut (lagi) ramadhan, sudah jadi lebih baik dari tahun lalu?
semoga tahun ini tak menyesal (lagi), aamiin :') 


8:52 AM
28 Juni 2013
Rumah 

Wednesday, June 26, 2013

Kamu, Tidak Sendiri.

June 26, 2013 0 Comments
terkadang kita merasa sedang berada di bawah, sangat bawah, hingga untuk melihat ke sumber cahaya saja kita harus mendongak jauh ke atas. Juga seperti berada di tempat yang gelap tanpa ditemani siapapun, hanya sebaris semut yang menumpang lewat tanpa permisi juga suara gemericik air entah bersumber darimana. sendiri. itu yang kamu rasakan bukan?

tanpa mempedulikan makhluk lain, selagi tak ada manusia di sekelilingmu, kamu sebut keadaanmu itu sendiri.

tanpa melihat sekitar, ketika kamu sedang butuh pertolongan dan tak ada manusia yang bisa menolongmu, kamu akan merasa, sendiri.

ketika kamu berbuat baik, namun tak ada manusia yang melihat. apa kamu akan sedih? dan berucap, "huh, lagi-lagi aku sendiri"

sebenarnya kamu melihat dengan apa? mata? hanya dengan indera mata?
pergi kemana hatimu? sudah tak punya hati yang bisa melihat sekitar?
ah ya, hatimu sudah tertutup ya? hingga kamu tak menyadari sekitar. Hingga kamu hanya menyadari keberadaan satu makhluk, manusia. hanya manusia.
kamu hanya butuh pengakuan dari manusia hingga kamu mengabaikan yang lain, begitu?
aaaa, aku ingin teriak. bagaimana bisa ada manusia sepertimu?

coba ketuk hatimu, tuktuk. persilahkan dirimu untuk membuka pintu hati, buka perlahan. buka, hingga kamu sadari, dirimu bisa melihat sekitar bukan sekedar dengan indera mata namun juga dengan mata hati.
kamu tidak sendiri
Rasakan kehadiran Allah di setiap hembusan napasmu, di setiap detak jantungmu, rasakan. resapi itu.
Sekalipun hembusan napasmu sudah meredup, detak jantungmu tak beraturan. Allah tetap dekat. Ia sangat dekat. kamu tidak sendiri.
Pun juga kamu ingat? di sebelah kanan dan kirimu, ada siapa? iya, Malaikat Raqib dan Atid, yang setia berada di sampingmu. Ingatlah mereka, ingatlah pengawasan mereka. Hingga hatimu selalu bersih dan kamu sadar, kamu tidak sendiri.
Jangan lupa , makhluk itu bukan hanya manusia. Kamu lupa ada suara burung berkicau yang selalu menemani pagi mu? Juga pohon rindang yang meneduhkan siangmu? Kunang-kunang yang menerangi malam mu?
iya mereka dan makhluk lainnya hadir, datang menemanimu. Jadi, kamu jangan merasa sendiri dan memang kamu tidak sendiri.


Bergegaslah bangkit, daki tebing-tebing itu. Gapailah sinar-sinar itu, jangan berdiam membeku di kegelapan. Tidakkah kau merasa hidup mu itu manis, manis dengan segala sesuatu di sekitarmu?

Lihatlah lebih dalam, kamu tidak sendiri :')


                                                                                                   


anggaplah aku sedang berbicara dengan cermin, dengan bayangan diriku sendiri. Semoga hatiku terketuk dan terbuka. semoga aku ingat bahwa aku tidak sendiri.

11.51 AM
Rumah

Sunday, June 9, 2013

#NtMS

June 09, 2013 0 Comments
Jika rasa 'detak' di jantung dan perasaan menyesak di hati semakin berkurang atau menghilang ketika melakukan kesalahan (dosa) terhadapNya. mungkinkah pertanda Ia menjauh? atau kita yang menjauh dariNya? #NtMS

Thursday, May 30, 2013

Al-Qur'an, obat hati

May 30, 2013 0 Comments
suatu Maghrib di kost.an temen..

A: "Sher, kalau hati ga karuan, pusing, ruwet deh, itu diapain ya?"
S: "Maksudnya hati lu ga tenang?"
A: "emm.. iyaa"
S: "gue tebak, lu pasti udah lama ya ga baca Al-Qur'an?"
A: "eh. iya siy" *senyum malu dan sedih* "yauda deh nanti baca abis Isya"

nah, kita harus sadar bahwa ada ikatan yang sangat kuat antara hati dan Al-Qur'an. Bisa jadi aktivitas kita yang melemah ataupun tidak bermanfaat dan produktif, ruwet ga karuan dan lainnya karena intensitas ngaji kita yang melemah. Selain ngaji, mungkin dzikir kita yang berkurang ataupun segala hal kebaikan ibadah kita kepada Allah yang berkurang. mari bercermin kembali :") #NtMS

"..Ingatlah hanya mengingat Allah, hati akan menjadi tenang" (QS. Ar-Ra'd:28)


Salam metamorfosa!
Pagi, Rumah

Sunday, May 19, 2013

Wednesday, February 20, 2013

Wednesday, December 26, 2012

(terancam) Mau Runtuh

December 26, 2012 0 Comments
"Orang yang tidak mempunyai hafalan Al-Qur'an sedikit pun adalah seperti rumah kumuh yang mau runtuh." (HR Tirmidzi)

jadi, hafalan kita apa kabar?
tidak mempunyai hafalan "sedikit pun" saja seperti rumah kumuh yang mau runtuh,
berarti anggap saja jika punya hafalan "sedikit" ibarat rumah kumuh yang (terancam) mau runtuh

terancam mau runtuh ... ... ...

Monday, December 24, 2012

Wednesday, May 2, 2012

Ada berapa semangat kita?

May 02, 2012 0 Comments
Di balik hijab, kain pembatas rapat antara ikhwan dan akhwat tadi..
terdengar suara lantunan kata-kata, entah suara siapa, aku pun tak begitu memperhatikan
hanya saja, ada sepenggal kalimat yang cukup indah untuk ditulis
tak hanya ditulis, ya bukan sekedar itu, tapi ini harus diaplikasikan

"Seharusnya kita punya semangat yang jauh lebih banyak daripada yang akan kita sebar"

sekilas, terdengar biasa
namun setelah dipahami lebih jauh.. ada makna terkandung di dalamnya

seandainya, kita akan menyebar 100 semangat di Bulan Ramadhan
maka kita sendiri harus memiliki (misal) 300 semangat dalam diri ini, lebih dari yang akan kita sebar

sangat tak lucu jika yang akan kita sebar 100 semangat,
tapi kita sendiri hanya memiliki 50 bahkan hanya 20 semangat
apakah akan sampai tujuan awal dr "sebar semangat" kita?
mari luruskan niat dan lekas bergerak !

mencoba memahami, semoga bermanfaat :)
Malam hari, Rumah

Friday, April 6, 2012

Sebongkah Pertanyaan

April 06, 2012 0 Comments
Sebongkah Pertanyaan

Sudahkah engkau mengenal Islam?
Oh iya aku lupa, kau memang sudah terlahir dari orang tua muslim bukan? Sudahkah kau bersyukur dg keberuntunganmu itu? Terlahir sebagai seorang muslim, di saat yang lain, mereka yang diluar lingkaran kita, harus berusaha dahulu membuka hati mereka dan mendapatkan hidayah dari Sang Pencipta. Terkadang mereka pun tak menyadari, bahwa Allah sangat dekat, bahwa Hidayah Allah selalu ada untuk mereka yang mau membuka hatinya..

Dari Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu diriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Tidaklah setiap anak yang lahir kecuali dilahirkan dalam keadaan fitrah. Kedua orang tuanya yang menjadikannya sebagai Yahudi, Nasrani atau Majusi.." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Bukankah suatu yang indah dalam hati ini ketika mendengar seorang non muslim bersyahadat dan menyatakan diri sebagai mualaf? Haru senang rasanya, bertambah lagi saudara semuslim kita. Entah apa yang ia rasakan, apa yang ia temukan sehingga tergerak hatinya untuk menjadi seorang muslim. Yang pasti, itulah hidayah Allah, itulah kekuasaan Allah yang tak ada tandingannya..

 “Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.” (QS Al Qasas : 56).

Aku pun tak bisa membayangkan, seandainya dahulu aku terlahir bukan dari keluarga muslim, jadi apakah aku ini? Apakah aku bisa dekat dengan Islam?  Bukan, bukan dekat yang seharusnya aku tanyakan terlebih dahulu, tetapi apakah aku akan mengenal Islam?


Aku muslim, ya aku memang muslim, Alhamdulillah. Tapi apakah aku memang benar-benar sudah mengenal Islam itu sendiri? Mengenal, dekat dan mencintai Islam? Bagaimana hubunganku –yang mengaku muslim ini- dengan Allah, Tuhan semesta alam?

Pertanyaan itupun terus mengalir, mengalir mengintrospeksi diri, terus mengalir mencari jawabannya…


6 April 2012