Tuesday, July 19, 2016

Comeback!

July 19, 2016 0 Comments
Assalamu'alaikum...

haai apa kabar? yaampun buka blog ini lagi dan sadar terakhir kali posting 2015 :(
okay. mari kita hidupkan kembali blog nya yaa.
semenjak merantau ke cikarang jadi agak males sama sosmed macam blog sama tumblr, entah kenapaaa.
Oya sekarang aku lagi di Jakarta, dapet libur 8 hari (liburan lebaran), 3 hari aku ambil tepat pas lebaran, 5 hari nya baru aku ambil jum'at kemarin. Ga nyangka liburan sudah habis, besok harus balik ke cikarang. masih pingin liburaaan :'D

Jum'at, 15 Juli 2016 (Liburan hari 1)

ini masih dalam rangka liburan lebaran dan liburan sekolah. Mau beli tiket bioskop berasa mau nonton konser euy. rame!

jadi, aku sama winda berniat menonton di XXI Plaza Depok. Bioskopnya bagus! habis di renov besar-besaran sih. Jauh banget dibanding yang dulu. Walaupun menurutku agak dekat dan kurang tinggi sih jarak antar bangku dengan layarnya dibanding di bioskop lain. Tapi ga masalah, ga sampe ngerusak mata kok. Yang pasti bioskop ini jadi pilihan pertama kalau kamu mau nonton Film yang sama dengan bioskop lain, tempat enak tapi dengan harga mahasiswa.

Harga tiket

Senin-Kamis Rp 25.000
Jum'at Rp 30.000
Sabtu-Minggu/Libur nasional Rp 35.000

termasuk terjangkau kan gais? dibanding bioskop-bioskop lain di kota depok :'D
Tapi kalau kamu mau nonton sambil kongkow2 atau sekedar duduk-duduk cantik di cafe Mal emang ga di Plaza ini sih tempatnya. Mungkin kamu harus pilih bioskop di Mal lain atau kamu nonton disini terus nongkrongnya di cafe Mal lain. Hahaha. ribet banget ya jadi nya.

Okay sekarang pertanyaannya.. mau nonton apa? bingung. Banyaak banget pilihan film bagusnyaa.
Kalau aku  paling galau sih antara dua, Rudi habibie atau Sabtu Bersama Bapak. Tapi karena winda memang niat dari awal nonton Rudi, yasud akhirnya pilihan jatuh ke film Rudi Habibie.



(via movie.co.id )

Remember the Spring...
Ingat dengan mata air
Apabila ia baik maka sekelilingnya (yang dialiri) pun akan baik
Apabila ia keruh maka sekelilingnya pun akan keruh

dan kita harus menjadi mata air yang baik dimanapun kita berada. Ini sebagian yang aku dapat dari Film Rudi Habibie. Aku juga suka kisahnya Habibie sama Ilona walaupun akhirnya berpisah sih.

Kita adalah manusia tanpa batas.

Kita bisa melakukan apapun, menginspirasi siapapun, pergi kemanapun atau sekolah setinggi yang kita bisa dan bermanfaat sebanyak mungkin.

setelah nonton film ini , aku sama winda jadi makin semangat lanjutin kuliah dan makin sadar kami harus lancar bahasa inggris!!!^^

Selesai nonton, perut kami lapar. Banyak pilihan makanan enak di sepanjang Jalan Margonda..
SS, Spesial Sambal, jadi pilihan tempat untuk memanjakan perut kami.
SS ini ada di dekat Hotel Bumi Wiyata, tapi di seberang hotel nya ya gais. jadi kalau dari arah Plaza depok, kita putar arah ke arah pasar Minggu. Nanti SS ada di sebelah kanan jadi kamu harus putar arah lagi untuk sampai ke sini.

murah. enak. banyak pilihan. tempat asik. kenyang.

(dokpri)

selesai makan kami pulang ke istana masing-masing. yeay Alhamdulillah.
selesai liburan hari pertama! besok mau kemana ya? ~^^~



Rumah Aya, 10:48 AM
Fly High!

Tuesday, January 13, 2015

Saya, si Pejuang GA

January 13, 2015 0 Comments
Dapet dari Give Away~

Give Away (GA).
Dua kata di atas itu selalu happening banget di grup KPI (Komunitas Postcrossing Indonesia). Selalu aja hampir setiap hari ada orang baik yang ngasih cuma-cuma KartuPos cantiknya. Dan akhir-akhir ini aku iseng-iseng ikutan kuis GA temen-temen, iseng tapi sering. haha >.<v
Sampai disebut salah satu Pejuang GA, ini buat lucu-luan sih.
Jadi kadang GA ini disertai sama kuis gitu, nulis cita-cita lah, impian, nebak negara-negara atau sekedar nulis nomor urut lalu nanti diurus sama bang 'random' dan ikutan ini itu seru banget! apalagi kalau menang :') Dan aku Alhamdulillah banyak menangnya~

Terima kasih buat orang-orang yang ngasih GA, karena selalu buat orang bahagia!
Aku kapan dong buat orang bahagia?
Nunggu waktu dan kondisi yang tepat dulu. Semoga ada dan kesampaian :3


Rumah, 7:11 PM
Fly High!

Monday, January 12, 2015

(de)motivasi.

January 12, 2015 0 Comments

Do'a sebelum Belajar
via doasehariharii.blogspot.com


Hari ini aku akhirnya merasakan apa yang namanya demotivasi, yah semacam malas beraktivitas gitu deh. Ada satu hal yang menuhin pikiran aku sepanjang hari ini sampai berujung di 'diam'. Hingga akhirnya sore tadi, muncul jarkoman yang menuhin diberbagai grup whatsapp aku. dari si SALAM~

"Belajar adalah sikap berani menantang segala ketidakmungkinan bahwa ilmu yang tak dikuasai akan menjelma di dalam diri manusia menjadi sebuah ketakutan. Belajar dengan keras hanya bisa dilakukan oleh seseorang yang bukan penakut."
- Anwar Fuadi 

Ngena banget! Walaupun ga ada hubungannya sih aku sama jarkoman itu, tapi ini pas banget sama perang batin dan pikiranku hari ini ._.
Quotes ini adalah sepenggal dari jarkoman tentang oprec BPH SALAM UI 18. Baru awal kepengurusan aja secara ga langsung udah buat 'pencerahan' seseorang, apalagi sepanjang perjalanan kepengurusannya. Semoga husnul khatimah :')


dan aku bukan seorang penakut! Semangat!


Kamar Osa, 8:08 PM
Fly High!

Friday, December 12, 2014

Thursday, December 11, 2014

Hurray! begitu judulnya

December 11, 2014 0 Comments
"Hurray!"
Kalau ada email masuk dan dimulai kata "Hurray!", bersiaplah kabar baik datang~



POSTING INI CUMA MAU PAMER. HAHA =p Noraknya kebangetan emang


Senin, 8 Desember 2014 sampai dengan selamat!
dikirim sejak 14 November 2014. Total 24 Hari*
Rusia

Rabu, 3 Desember 2014 mendarat!
dikirim sejak 14 November 2014. Total 19 Hari*
Jerman


*Ketika kita klik "send a postcard" di website-nya sama aja kita request alamat seorang diluar sana yang mau kita kirimi postcard. Nah mulai hari itu juga postcard kamu dianggap 'travelling' atau sedang OTW ke alamat yang kamu request. Berhubung awal-awal cuma iseng-iseng aja dan asal klik karna kepo, jadilah aku semi PHP, sebulan lebih dari pas aku request alamat itu postcard-postcard baru aku kirim dari Indonesia, makanya sampai 60hari ditulis baru sampai >.<


Masih nunggu kabar 2-3 postcard lagi. wohoo!


Kamar Osa, 11:45 PM
Fly High!

Wednesday, December 10, 2014

Jadi, perlukah kata "Jangan" ?

December 10, 2014 0 Comments
POSTINGAN #1
via group WA TobeWOW chap 43


via www.cnn.com

                                                                                                                              

Assalamualaikum wr wb. Hari rabu waktunya share artikel parenting. Kali ini mengenai perbedaan sudut pandang penggunaan diksi "jangan" dalam pengasuhan dilihat dr sudut pandang ilmu psikologi barat dan Al Quran. Semoga bermanfaat..

Jangan ada keributan Gara-Gara Kata “Jangan”

by : bendri jaisyurrahman (twitter : @ajobendri)
  1. Beberapa hari ini banyak yg tanya saya (lebih tepatnya ajak diskusi) seputar kata “jangan” dalam ilmu parenting dan Alquran
  2. Sebagian ada yg mengatakan kata “jangan” sebaiknya dihindarkan diganti kata anjuran. Ini ajaran parenting
  3. Sebagian yg lain justru mempertentangkan dgn berdalih bahwa alquran justru banyak memuat kata jangan. Apakah quran salah?
  4. Ujung-ujungnya saling melabel. Seolah-olah ilmu parenting yg menolak kata “jangan” dianggap tidak islami, pro yahudi, dsb.
  5. Nah, ini yg saya khawatirkan. Pertentangan yg berujung kepada labeling. Jangan-jangan ini disengaja. Eh kok pake kata “jangan”?
  6. Bukannya sok bijak. Sebab orang sok bijak sok bayar pajak hehe.. Tapi bersikap ekstrim meskipun baik tidak sesuai sunnah nabi.
  7. Hakikatnya, islam ini agama pertengahan (ad diinul wasath). Maka tindakan menyalahkan ilmu yg bersumber dari barat tanpa dicari akarnya juga tak tepat
  8. Seolah-olah kalau parenting itu dari barat jelas-jelas salah. Langsung tertolak. Padahal kita sering makan dari barat semisal rendang dari sumatera barat ‪#‎eh‬
  9. Ilmu parenting pada dasarnya bagian dari ilmu “keduniawian” dimana rasul mengatakan “kalian lebih tau urusan dunia kalian”. Artinya silahkan inovasi
  10. Tentu bukan berarti islam tak punya konsep dasar. Sama seperti ilmu kedokteran, parenting juga punya dasar ilmunya
  11. Tapi Islam tak menolak inovasi dalam bidang kedokteran sebab berprinsip “hukum asal muamalah adalah boleh kecuali ada dalil yg melarang”
  12. Maka, inovasi dalam kedokteran semisal operasi jantung, kemotherapi, dan cesar itu boleh kecuali yg jelas ada larangannya
  13. Sama juga dgn ilmu parenting. Muncul banyak inovasi yg tak semuanya kita tolak kecuali dgn dalil yg tegas.
  14. Mengenai kata “jangan” itu sendiri tak perlu kita cari dalih. Hal ini memang ada dalam alquran. So what?
  15. Tentu sesuatu yg berada dlm alquran tak boleh diragukan. Ini wilayah iman (QS 2:2)
  16. Namun, sesuatu yg ada dalam alquran tentu harus dilihat prakteknya dalam keseharian nabi. Sebab beliau sejatinya ‘penerjemah’ terbaik maksud dari alquran
  17. Jika hanya berdasarkan quran tanpa lihat praktek nabi, hati-hati bisa terkecoh. Bisa-bisa malah aneh.
  18. Sholat, contohnya. Dalam quran perintahnya hanya rukuk dan sujud (qs 48 : 29). Jika tanpa melihat rasul, maka kita akan anggap sesat orang yg iktidal atau duduk tahiyat
  19. Begitu juga penggunaan kata “jangan” dalam quran. Kita harus dudukkan dalam konteks ilmu parenting yg dicontohkan Rasul
  20. Itu artinya, mari kita tengok sejarah bagaimana sikap rasul kepada anak-anak? Dan kita akan dapati beberapa perlakuan yg “beda”
  21. Sesuatu yg dilarang kepada orang dewasa ternyata dimaklumi bahkan dibolehkan kepada anak-anak
  22. JIka orang dewasa dilarang main patung atau boneka, ternyata anak-anak boleh. Aisyah contohnya
  23. Jika orang dewasa dilarang ngobrol atau bercanda dalam sholat. Maka khusus anak-anak semisal husein, main di punggung rasul bahkan dibiarkan
  24. Bayangkan, kalau yg main di punggung itu Umar. Mungkin sudah rasul marahin
  25. Bahkan ada seorang anak yg pipis di baju rasul, dibiarkan. Tak dilarang. Kalau itu sahabat? Mungkin udah dikeroyok sama yg lain
  26. Karena itu, melihat penggunaan kata “jangan” dalam alquran tak boleh sembarangan. Ada patokan dan standarnya
  27. Untuk anak kecil yg belum baligh tentu beda perlakuannya dengan orang dewasa
  28. Bahkan sesama orang dewasa saja masih ada perlakuan yg beda. Contohnya orang badui yg pipis di masjid nabawi dibiarkan, tak dilarang
  29. Kenapa? Karena orang badui itu tak tahu alias bodoh. Inilah hebatnya rasul. Bersikap berdasarkan konteks kejadian
  30. Jadi ayat tak dikeluarkan serampangan. Indah betul Islam ini jadinya
  31. Karena itu, sebagai panduan penggunaan kata jangan ada beberapa pembahasan yg lumayan panjang. Salah satu yg mau saya bahas disini yakni konteks usia
  32. Minimal ada 3 konteks usia penggunaan kata jangan sesuai sikap nabi : utk anak yg belum berakal, untuk anak yg sudah berakal dan utk remaja atau dewasa
  33. Untuk remaja atau dewasa rasul tak ragu untuk memberikan kata jangan jika memang membahayakan agama orang ini. Biasanya terkait akidah dan akhlak
  34. Sementara utk anak, rasul sikapnya beda. Rasul bedakan yg sudah berakal mana yg belum.
  35. Caranya sesuai petunjuk rasul dlm urusan perintah sholat yaitu “jika sudah bisa bedakan kanan dan kiri”. Itu artinya sudah diajak berpikir
  36. Nah, untuk anak tipe ini (bisa bedakan kanan dan kiri) kata larangan atau “jangan” dibolehkan.
  37. Tapi lebih elok jika ditambah solusinya agar mereka tau apa yg harus dilakukan. Ingat mereka minim pengalaman
  38. Hal ini dialami oleh Rafi’ bin Amr Al Ghifari yg punya hobi melempar kurma. Rasul melarangnya namun kasih solusi.
  39. Solusinya adalah kalau mau makan kurma, yg jatuh di tanah, tak perlu dilempar. Indah kan?
  40. Sementara untuk anak yg belum bisa berpikir, rasul tak melarang. Lebih banyak memberi tahu sikap yg tepat. Bahkan cenderung membiarkan
  41. Yang dibiarkan rasul juga biasanya terkait dgn hal-hal yg berkaitan dgn eksplorasi skill.
  42. Rasul bahkan memotivasi anak yg lagi main panah di mesjid dgn ucapan “teruslah memanah. Sesungguhnya kakek moyangmu ismail seorang pemanah”
  43. Kalau anak sekarang main panah di masjid? Udah jadi rempeyek dihujat jamaah hehe
  44. Makanya, yg kedua yg harus dipahami selain konteks objeknya juga konteks apa yg dilarang
  45. Jika untuk eksplorasi skill hindari kata jangan. Agar anak termotivasi kembangkan potensi. Tapi untuk eksplorasi spiritual dan emosi silahkan pakai “jangan” dgn penjelasan
  46. Contoh penjelasan dlm quran “jangan ikuti langkah syetan, syetan itu musuh nyata bagimu”
  47. Lebih elok jika larangan ada penjelasan. Tentu ini pas bagi anak yg sudah berpikir.
  48. Di masa rasul ada seorang anak yg makan berlari-lari. Rasul ucap : 'Nak, sebutlah nama Allah. Pakai tangan kananmu dan makan yg paling dekat denganmu'
  49. Rasul tak keluarkan kata 'jangan' karena anak ini butuh tindakan konkret apa yg harus dilakukan saat itu
  50. Kesimpulannya, gak perlu bersikap ekstrim. Parenting meski dari barat bisa jadi adalah hikmah kaum muslimin yg tercecer
  51. So, buanglah sampah pada tempatnya ups..maksudnya pakailah kata jangan pada konteksnya.
  52. Sekarang, silahkan cicipi jangan nya (alias sayur) - bendri jaisyurrahman-


Kamar Igi, 2:08 PM
Fly High!

Komunitas TobeWOW

December 10, 2014 0 Comments
Apa itu TobeWOW?
Ini adalah komunitas ciwi-ciwi yang mau bareng-bareng belajar jadi yang WOW!
Kalau kata website nya sih... ( http://tobewow.wordpress.com/ )

To be Wonderful Wife (2bWOW) adalah komunitas para wanita yang ingin terus belajar bermetamorfosis bersama menjadi istri yang Wonderful.

Yap, terhitung sejak 7 Desember 2014, aku masuk jadi anggota TobeWOW chap 43. ^^
Kamu yang baca ga perlu senyum-senyum deh, cengar cengir pula, apalagi berniat nge-cengin aku. HAHA. (Sok tau aja aye soalnya biasa nya anak melingkar ngeCengin anak-anak yang ikut beginian. Hehe)
Belajar dari sekarang ga ada yang salah kan? Entah kapan 'jadi'nya, tapi menabung ilmu sejak dini jauh lebih baik daripada tergesa-gesa nanti. Setuju? Setuju dong :3

Sebisa mungkin aku usahakan kalau ada artikel atau ilmu baru yang di bahas di grup itu aku posting disini~~
Oiya gacuma jomblo-jomblo aje anggotanya, ternyata mommy-mommy juga banyak yang ikutan. Rancak bana! hebat nian mereka itu~
mereka mau dan terus belajar :')


Kamar Igi, 2.00 PM
Fly High!

Wednesday, November 26, 2014

"Anak Muda, Menjelajahlah!"

November 26, 2014 0 Comments
Dua hari yang lalu, ketika sedang merasa 'lelah' dengan aktivitas yang begitu-begitu saja, aku menemukan artikel ini. dan akhirnya perlahan semangat-semangat baru kembali hadir di diri aku juga mimpi-mimpi yang sempat tertunda kembali memenuhi otakku. Gatal banget tangan ini untuk segera me-reblog kekerenan tulisan ini. Selamat Membaca!

Gambar dari designmalin.com

dari madeandi.com yang berjudul Anak Muda, pergilah! Tinggalkan Indonesia

Ada seorang perempuan muda duduk dan sedang membaca buku. Dia takzim menyimak kata demi kata di buku itu dan sesekali melingkari lokasi-lokasi di peta yang menghiasi halaman yang sedang dibacanya dengan pena. Dari wajah dan buku yang dibaca, saya duga dia orang Jepang atau mungkin China. Entahlah. Saya duduk di sebelahnya, sebentar lagi pesawat akan terbang dari Jakarta ke Jogja. Perempuan muda itu menoleh sekilas, tersenyum sesaat lalu tenggelam lagi dalam bacaannya. 
“In a holiday?” tanya saya setelah mengencangkan sabuk pengaman. Saya tidak menoleh, hanya melirik saja, sekedar untuk memulai percakapan. Rasanya aneh jika tidak menyapa orang yang duduk di sebelah saya dalam sebuah perjalanan yang berlangsung satu jam. “Yes”, katanya sambil menengok. Mungkin dia tidak menyangka saya akan menyapanya. “I hope you enjoy Indonesia” kata saya singkat sambil tersenyum. “Yes” katanya singkat dan berhenti membaca. Dari jawabannya saya bisa tahu, Bahasa Inggrisnya tidak lancar tetapi dia berusaha dengan baik.
Merasa ada yang tertarik mengajak bicara, dia merespon dengan baik. Saya akhirnya tahu, dia dari Jepang. Usianya mungkin masih awal duapuluhan, masih terliat sangat muda. Dia mengenakan topi dengan baju tanpa lengan, nampak sporty dan sedikit tomboy. Dia menceritakan sudah pernah ke Indonesia sebelumnya dan ini adalah kali kedua. Katanya juga, dia punya waktu tiga hari libur dan memanfaatkannya untuk mengunjungi Indonesia. Dia bekerja di sebuah perusahaan yang saya tidak pernah dengar namanya. Mungkin bukan perusaan besar, meskipun katanya ada cabangnya di Jakarta. Perusahaannya memproduksi tinta untuk percetakan. 
Di sela-sela percakapan dia tekun menyimak buku, menandai nama-nama tempat dan melingkari lokasi-lokasi yang dianggapnya penting. Dia baru petama kali ke Jogja, dengan Bahasa Inggris yang seadanya dan melakukan rencana perjalanan sendiri tanpa dibantu siapapun. Modalnya adalah buku Lonely Planet versi Bahasa Jepang. Dia dengan fasih menjelaskan bahwa dia akan tinggal di sebuah hotel di dekat tugu yang informasinya diperoleh dari Internet. “Trans Jogja” katanya ketika saya tanya bagaimana dia akan menuju hotel dari bandara. Dia juga bisa menjelaskan arah dan rute ke Borobudur dan Prambanan yang akan dikunjunginya di hari pertama nanti. Dia nampak siap, meskipun, sekali lagi, dengan Bahasa Inggris yang mengenaskan. 
Melihat dia berjuang untuk mengucapkan setiap nama tempat dan berusaha mengingat-ingat nomor bus yang akan dinaikinya, tidak tega rasanya untuk tidak berbasa-basi menawarkan bantuan. “I might be able to take you to the hotel. My wife will pick me up at the airport. She will be happy to drive you off.” Dengan sopan dan terbata dia menjawab “no, thanks. I want by myself. Adventure” dengan senyum khas cewek Jepang, meringis dan sopan. Saya terkesima. Atau mungkin karena dia tidak percaya pada saya. Tapi anggap saja bukan itu perkaranya.
Seorang anak muda Jepang, datang ke sebuah negeri asing dengan Bahasa Internasional yang mengenaskan. Dia menjelajah hanya mengandalkan buku dan peta yang mungkin tingkat akurasinya tidak begitu tinggi. Dia memasuki lingkungan asing yang ribuan kilometer jauhnya dari kenyamanan rumahnya di Jepang hanya untuk memuaskan rasa penasarannya. Untuk menyempurnakan petualangan itu, dia menolak menerima kemudahan karena ingin melatih naluri bertualangnya. Perempuan itu mengingatkan saya pada para mahasiswa saya, anak anak muda warga negara kepulauan terbesar di dunia: Indonesia. 
Beberapa waktu lalu saya menggunakan pendekatan Renald Kasali dengan bertanya “siapa yang sudah memiliki paspor” ketika mengajar di kelas. Hanya sedikit yang angkat tangan. Mereka mungkin belum siap menjadi warga dunia yang menganggap pergi ke Klaten itu tidak berbeda dengan pergi ke Singapura. Saya katakan, Indonesia ini nomor 16 dunia, nomor 5 di Asia dan nomor 1 di Asia Tenggara dalam hal PDB. Presiden kita duduk bersama 19 pemimpin dunia lainnya untuk menentukan arah ekonomi dunia. Pertanyaannya, sudahkan anak mudanya memiliki mental dan kesadaran itu? 
“Bahasa Inggris saya belum lancar Pak” kata seorang mahasiswa ketika saya tanya mengapa tidak bepergian ke luar negeri, di luar persoalan keuangan. Mengapa kita harus takut hanya gara-gara tidak lancar berbahasa Inggris? Percayalah, kita tidak akan mati hanya gara-gara tidak bisa mengatakan nama makanan saat pergi ke sebuah restoran. Bukankah bahasa yang paling penting di dunia itu adalah bahasa understanding? Bukankah setiap orang dikarunia kemampuan bahasa isyarat secara alami, jika terpaksa? Ini jelas bukan persoalan kemampuan bahasa internasional tapi soal mental. Seorang penakut tidak akan pernah merasa siap untuk lepas dari pelukan ibunya, meski dilengkapi banyak uang dan kemampuan bahasa internasional yang mumpuni. 
Saya tidak bisa berbahasa Perancis, Belanda atau Jerman namun bisa selamat ketika tersesat di Belgia. Bagaimana caranya? Google Translate dari HP menyelamatkan saya. Yang diperlukan hanya keteguhan hati untuk bertahan maka sisanya adalah catatan sejarah yang akan berwarna dan mengesankan ketika dibaca di kemudian hari. Bayangkanlah betapa lebih hebatnya menceritakan tersesat di sebuah negeri asing yang memacu adrenalin dibandingkan bercerita tetang mengantar mamah untuk pedicure di salon dekat rumah. Bayangkanlah betapa jauh lebih dasyat menceritakan hampir ketinggalan pesawat di sebuah bandara kecil di Vietnam dibandingkan menulis status “folbek dong kakak” dengan wajah memelas dan tak pernah berbalas. 
Tidak punya uang? Ini memang jadi persoalan. Ingat, untuk pergi ke Malaysia atau Vietnam, kini bisa kurang dari satu juta pp jika ada tiket promo. Sejuta memang mahal tetapi sadarkah kalau itu artinya sama dengan menabung 100 ribu setiap bulan selama 10 bulan? Kiriman orang tua pas-pasan? Bisa bekerja paruh waktu di warnet terdekat, bisa membantu dosen untuk penelitian atau menjadi asisten yang dibayar 100 ribu per bulan, bisa berhemat dengan naik sepeda ke kampus sehingga tidak perlu beli bensin untuk motor, bisa berhemat dengan ketat sehingga bisa menyisihkan 100 ribu sebulan tanpa harus menghasilkan uang tambahan, atau kendalikan nafsu nonon di XXI beberapa kali saja. Tidak bisa juga? Hidup Anda mungkin memang amat sangat sulit dan saya bersimpati tetapi bisa juga karena Anda seorang pemalas stadium tinggi. Jika bekerja keras adalah hal yang Anda takutkan maka itu adalah cerita lain!
Jika bisa memutar ulang waktu, saya akan tiru aksi Yukiko, perempuan muda dari Jepang itu. Saya akan jelajahi Asia Tenggara. Saya akan bekerja keras berhemat dan menabung selama satu semester sehingga di liburan semester saya bisa menghirup udara Orchard Road di Singapura. Saya akan duduk santai menikmati air mancur di taman KLCC di Kuala Lumpur sambil melewati senja yang temaram meski perut lapar tidak bisa beli makan malam. Saya akan berjuang di ruwetnya kemacetan lalu lintas di Bangkok sebelum menikmati tomyam murahan di kaki lima. Saya akan gendong ransel lusuh saya saat menyusuri jalanan berdebu di Ho Chi Minh City dan menikmati gorengan yang tak ubahnya dengan Jogja. Saya akah habiskan uang yang biasanya saya gunakan untuk nongkrong di sebuah cafe di jalan Kaliurang untuk berbelanja di pasar apung Thailand. Saya akan terapkan keterlatihan saya berpuasa setiap Ramadhan dengan hanya minum air putih saat menjelajahi jalanan Singapura dengan berjalan kaki dan hanya berbekal berberapa botol air putih. Saya akan habiskan uang yang biasanya saya gunakan untuk beli voucher game online untuk membayar hotel murah di Hanoi yang seharga 10 dolar Amerika semalam. Saya akan penuhi instagram saya dengan foto selfiedi dalam jeepney Filipina yang sumpek, bukan dengan foto-foto gaya narsis di sebuah mall yang bersih tapi gersang. Saya akan lakukan hal-hal yang ketika saya ceritakan membuat saya bangga, heroik dan berarti. 
Untuk apa ke luar negeri? Untuk memenuhi rasa penasaran. Untuk membuktikan bahwa saya hidup di negeri yang gemah ripah loh jinawi. Untuk membuktikan bahwa saya hidup di zamrud katulistiwa yang tidak dikelilingi lautan tetapi kolam susu. Untuk membuktikan bahwa negeri ini memang subur makmur sehingga tongkat kayu dan batu pun jadi tanaman. Untuk membuktikan bahwa negeri ini adalah negeri yang toleran, memberi ruang hidup kepada orang dengan keyakinan yang berbeda. untuk membuktikan bahwa orang-orang di negeri saya ramah tamah dan santun bukan buatan. Untuk membuktikan bahwa apa yang saya baca tentang negeri saya di buku PPKN dan PMP benar adanya. 
Anak muda, menjelahlah. Arungi dunia. Jangan hanya berhenti di pinggir pantaimu yang indah. Dunia adalah sebuah buku. Orang yang tidak menjelajah hanya mengetahui sampulnya saja. Kamu adalah warga negara kepulaun terbesar di dunia dengan seperempat miliar manusia. Negeri ini akan menjadi 7 besar kekuatan dunia saat generasimu menjadi eksekutif muda. Kamu akan duduk rapat dengan orang-orang yang warna kulitnya berbeda. Kamu akan memimpin sebuah tim yang anggotanya bermacam-macam warna paspornya. Kata-katamu tidak hanya akan menentukan nasib segelintir orang di sekitarmu tetapi bisa menimbulkan gejolak di pasar modal di New York. Apa yang kamu dan genarasimu lakukan akan menjadi tajuk rencana di koran-koran dunia dan para pembaca akan dengan serius menjadikannya catatan untuk langkah mereka selanjutnya. Kamu adalah generasi seperti halnya Yukiko yang tidak gentar menjelaji lorong-lorong sepi di negeri asing karena berbekal rasa penasaran yang hebat. 
Tinggalkanlah Indonesia untuk menghirup udara semesta raya. Kibarkanlah merah putih di negeri-negeri asing yang jauh hingga para penyimak terpana. Lalu suatu saat nanti kembalilah ke pangkuan ibumu. Tersenyumlah karena kamu sudah tahu dunia. Akan kamu nikmati caci maki serta puja puji teradap bangsamu dengan senyum yang sabar. Bukan karena kamu takut tetapi karena kamu sudah melihat dengan mata kepalamu sendiri bahwa bahwa kamu adalah anak negeri Zamrud Katulistiwa yang tak punya alasan untuk tunduk apalagi teraniaya oleh negeri manapun. Kamu, seperti juga Yukiko, menolak kemudahan karena kamu tahu itu akan memanjakanmu dan membuatmu lantak binasa di satu ketika.

Gimana? Setelah baca ini, mimpi-mimpi yang sempat tertunda secara tibatiba kembali memenuhi otakmu, kan? Aku juga.


Rumah, 3:30 PM
Fly High!

Thursday, November 20, 2014

POSTCARD-POSTCARD PERTAMA!

November 20, 2014 0 Comments
Tepat di 9 Oktober 2014 lalu, aku iseng-iseng buat akun di postcrossing. Berawal dari menonton acara berita di salah satu televisi swasta yang sedang meliput suatu komunitas, kemudian aku tertarik untuk ikut bergabung di dalamnya.

Komunitas ini berisi orang-orang yang suka bertukar pos atau disebut postcrosser, bukan cuma berkirim sesama asli indonesia, tapi bertukar kartu pos dengan manusia-manusia di luar negeri sana. Jadi, tak jarang kartu pos yang mereka kirim lebih keren daripada pengirim, secara kartuposnya sudah melanglang buana mengelilingi dunia sedangkan pengirimnya mungkin masih disitu-situ aja =p Gapapalah ya, pasti pengirim juga akan termotivasi kan buat menyusul kartuposnya berkeliling dunia~

Di website yang tadi aku kasih tau itu berisi akun-akun seluruh postcrosser di dunia. Tak jarang mereka juga pengoleksi perangko juga loh, yah suatu hobi yang menurutku sudah jarang ya ditemukan di bumi Indonesia. Oiya, karena aku masih newbie aku harus mengirim 5 kartu pos ke LN, negara-negara mana yang harus aku kirim itu sudah diatur oleh si sistem website, pokoknya aku dapat alamat-alamat yang harus aku kirimi kartu pos. Nah, negara-negara yang beruntung dapat kartu pos dari aku itu Jerman (3) dan Rusia (2). Kalau kartu pos ini sudah mendarat di tempat yang dituju, si penerima akan melapor ke postcrossing dan aku tercatat deh sudah mengirim kartu pos. Kata web nya sih, kalau aku sudah kirim 5, nanti aku akan mendapat 6 kartu pos official dari negara-negara di luar sana, negaranya random juga. Masalahnya kartu pos ini berapa lama akan sampai atau bahkan sampai atau tidak, ga ada yang tahu selain Allah dan tukang pos, hoooo.

ini dia penampakan kartu posnya, dibandingin kartupos di luar sana, mungkin ini baisa aja. Tapi, gapapa, sensasi pas nyari kartupos ini yang luar biasa -__- Ini kartu pos aku beli di abang-abang depan kartu pos Pusat di dekat stasiun Juanda, termasuk kartupos jaman baheula kayanya kalau dilihat dari penampakan warna kertasnya dan harga yang murah meriah harga mahasiswa.

Semoga kalian selamat sampai tujuan ya Nak :')

Dengan bertukar kartu pos ini kita bisa menambah teman dan juga belajar menulis dengan Bahasa Inggris sih kalau buat aku pribadi, hehe. Ini kegiatanku yang baru, belum tahu akan berlanjut apa engga, karena setelah dihitung-hitung lumayan juga pengeluarannya kalau kita ga pintar-pintar ngatur uang untuk kegiatan ini. Dan mungkin karena aku belum dapat satu pun kiriman kartu pos dari luar sana, jadi belum dapat 'sensasi' yang greget banget, tapi sejauh ini menyenangkan kok apalagi motivasi nya dapet banget. Kita bisa melihat dunia di luar sana, meskipun belum sempat berkunjung. Kita bisa tau kalau dunia itu luas banget (sungguh Allah Maha Kaya banget ciptain semua ini), sayang banget kan kalau didiemin aja tanpa dikunjungi? Mungkin semangatnya akan naik drastis setelah dapat kartu dari luar sana apalagi tentang famous place di negara lain atau dari kota lain di Indonesoa. Yah, berdo'a saja semoga ada rejeki buat kegiatan ini kedepannya dan rezeki berkeliling dunia. Terutama ke daerah-daerah keren di Indonesia, Mekkah, Madinah dan Turki, juga yang selalu di hati kita in sya Allah, Palestina =) aamiin.

HAPPY POSTCROSSING!


Kamar Osa, 10:30 PM
Fly High!

Sunday, November 9, 2014

Kami, Lingkaran Kecil

November 09, 2014 0 Comments
Adalah cinta yang mengubah jalannya waktu
Karena cinta, waktu terbagi menjadi dua
Denganmu dan rindu untuk membalik masa
Detik tidak pernah melangkah mundur tapi kertas putih itu selalu ada 
Waktu tidak pernah berjalan mundur
Dan hari tidak pernah terulang
Tetapi pagi selalu menawarkan cerita yang baru 
(Puisi dalam mini drama AADC )

Aku gamau cerita banyak tentang puisi ini, pasti kalian udah tau kan ini puisi ada dimana? Anak yang ngeksis abis di medsos pasti tau! :p
Aku ga ngikutin filmnya yang dulu sih, tapi karena heboh bangets dari kemarin di timeline, aku jadi penasaran ada apa heboh tenan. Akhirnya aku nemu link untuk nonton mini drama Filmnya yang dulu (?). Pas aku nonton, di bagian akhir nya nemu puisi keren di atas :)

CINTA
Tema ini ga ada abis-abisnya ya dibahas dimanapun. Begitupun di kehidupanku. Dan aku akhir-akhir ini lagi jatuh cinta! bener-bener jatuh cinta! tambah-tambah cintanya! Makanya selagi jatuh cinta, sekalian aku posting aja puisi ini. Puisi ini 'ngena' sih menurutku, walaupun aku ga ngerti juga maksud nya apa, yang penting kena di hati, jadi aku bilang keren ._.v

JATUH CINTA SAMA SIAPA?
Untuk kali ini aku makin jatuh cinta sama mereka. Setiap minggu ketemu, hampir setiap hari saling sapa di grup whatsapp dan mungkin diantara kami ada yang saling mendo'akan setiap saat. Mereka itu teman-temanku #melingkar, kami bernama #LingkaranKecil. Hitungan tahun bersama, susah bareng-bareng, belajar bareng-bareng, saling ngingetin kalau ada salah, ketawa, sedih, ah semuanya bareng kalian! Semoga Allah terus merekatkan hati kita sampai kapan pun. Ana Uhibbukum Fillah, aku mencintai kalian karena Allah :')


teruntuk kalian A, Y, O, W, A, Y <3


Kamar Osa, 11.00 PM
Fly High!

Tuesday, November 4, 2014

WISATA JAKARTA : City Tour Jakarta Bus

November 04, 2014 0 Comments
Haloo! Hari ini setelah ngurus ini itu buat legalisir ijazah dan transkip nilai di kampus, aku ngeliat jam, lah masih jam 9 pagi. Ga seru banget kan, pulang jam segini, baru juga keluar rumah jam 8an. Yauda mumpung masih pagi, aku jalankan saja rencana melancongku. Daaaan melancong hari ini bertema City Tour Jakarta Bus!

Buat yang belum tau itu apa, coba cek twitternya @CityTourJakarta. Singkatnya sih ini semacam Bus rekreasi gitu yang disediain Pemkot DKI Jakarta untuk mengelilingi sebagian tempat-tepat keren dan bersejarah di Jakarta, gratis, tapi gatau juga denger-denger kabar sih sewaktu-waktu bisa berubah jadi berbayar. Nah, mumpung sekarang masih gratis, buru-buru yuk cobain bus keren ini!

9.25 AM
aku berangkat naik kereta dari Stasiun Pondok Cina. Untuk coba naik City Tour Jakarta Bus ini kita harus tunggu di halte yang udah disedian dan ada plang petunjuk tempat menunggu City Tour Bus ini. Kalau kamu naik kereta, turun di Stasiun Juanda. Kalau naik Busway, bisa naik yang ke arah Monas, turun di Halte Monas. Sebenarnya banyak juga tempat pemberhentian Bus ini, cuma aku lupa dekat sama halte busway apa aja. Biar lebih pasti cek twitternya aja ya. Biaya Stasiun Pondok Cina-Juanda, Rp 3500 saja.

sambil nunggu kereta Kota dateng :p

10.11 AM
Sampai stasiun Juanda dengan selamat! Keluar stasiun dan langsung cari stasiun penyebrangan ya dan nyebrang ke arah Masjid Istiqlal. Sampai di seberang jalan, belok kanan, jalan sedikit nanti ada Halte Masjid Istiqlal. Awalnya kurang yakin halte ini yang dimaksud salah satu halte nunggu Bus City,  eh pas liat lebih deket beneran ada plang City Tour nya. Ya Allah, deket banget dari stasiun Juanda, ku pikir harus jalan jauh :'D



Halte Masjid Istiqlal

Ga lama nunggu di halte, 10 menit kurang lebih, dateng deh busnya! dan sepiii! enaknya naik Bus ini itu di hari kerja, sepi dan ga harus ngantri :')

Jangan lupa ya, pastiin ada petunjuk gambar bus dan tulisan CityTour


sisi belakang

Sisi Samping

Masjid Istiqlal dari dalam Bus


Kondisi dalam Bus

Bus ini ada 2 tingkat, setelah aku cobain, lebih seru di lantai atas, recommended bangetlah pokoknya. Lantai 2 terdiri dari 40 kursi (ini aku ga ngitung sih, tapi baca di blog lain kataya segini), lantai dasar 20 kursi (ini aku ngitung sendiri :D).

Lantai 2, sepi~

Beberapa kursi di lantai dasar, posisi tempat duduknya begitu

Ada Polisi nya juga loh di Bus ini

Rute Bus

Rute di hari kerja sama di weekend / libur nasional kemungkinan beda, tapi yang pasti kalau di hari kerja semua halte lengkap dikunjungi :D Info lebih lanjut tanya aje MpokSiti sebutan adminnya twitter CityTourBus. Kalau tadi sih, setelah halte Masjid Istiqlal....
1. Monas 1, dekat Radio RI dan Gedung Mahkamah Konstitusi
2. Monas 2, dekat Gedung Sapta Pesona
3. Halte Balai Kota
4. Halte Sarinah
5. Lupa nama halte nya, pokoknya seberang Gedung Pollman (?)
6. Halte Museum Nasional atau Gajah
7. Halte Pecenongan
8. Halte
9. kembali ke Halte Masjid Istiqlal

oiya ini kalau aku ga salah ingat ya rutenya >.< oiya, kurang lebih perjalanan siang tadi 45 menit setiap putaran.


Sejauh ini sih, menurutku keren banget bus ini. Dingin~ nyaman~
Selama perjalanan, ada tour guide yang ngejelasin tentang jalan/gedung bersejarah yang dilewati.
Nah, setelah ngerasain sendiri, bener juga kata temen-temen yang sempet nge-review bus ini tentang lagu yang diputerin sepanjang perjalanan. Kalau tadi pas aku naikin sih, lagu yang diputer semua lagu Barat. Mungkin akan lebih kerasa feel rekreasi Jakartanya kalau lagu nya diganti jadi lagu khas daerah Jakarta :)

Monas


Ini cerita Bus rekreasi di Jakarta, semoga kesampean buat nyobain versi Bandung sama kota-kota lainnya! aamiin


Kamar Osa, 8:16 PM
Fly High!