Sunday, October 8, 2017

WISATA BOGOR : The Ranch Bogor, Taste of Bandung. (Rute dan Review)

October 08, 2017 10 Comments
Sabtu, 30 september 2017

Assalamu'alaikum..
Aku baru tau loh dari temenku kalau The Ranch ternyata ada juga di Puncak Bogor, selain di Bandung. Katanya sih baru Agustus 2017 ini buka nya kalau ga salah.
Akhir bulan kemarin berkunjunglah kita ke sana dan perjalanan dimulai dari stasiun Bogor!




dari stasiun Bogor, terus kita ke arah mana dan naik apa?

Naik Taksi Online dari Stasiun Bogor
Cara gampang di abad 21, naik grabcar atau gocar! 😄
Terjangkau banget loh, karena masih pagi dari sana, ongkosnya sekitar Rp 75.000. Bayangin kamu pergi berempat/berlima orang naik mobil itu, jadi perorangnya bayar berapa? Lebih murah dariptada makan seporsi empal gentong di depan kantor! ehehe
Kebetulan kemarin weekend, agak macet, jadi patut dipikirkan buat kasih tip ke Babangnya ya. Kasian soalnya, deket sebenernya cuma 12 kiloan dari stasiun, cuma karena macet jadi berasa jauh pisan.

Naik Angkot dari Stasiun Bogor  (PP)
Berangkat
1. Angkot 02 jurusan Sukasari. Ongkosnya Rp 6000an deh kayanya. Turun di terminal Sukasari
2. Lanjut naik angkot biru jurusan Cisarua. Rp 8000
3. Turun di The Ranch Bogor. Sampai!
Pulang
Rutenya kebalikan dari rute berangkat ya. Dari depan The Ranch udah ada angkotnya kok

Jalan Kaki
ini opsional aja sih kalau mau. ahahaha

Naik bus jurusan Cianjur dari Kampung Rambutan / Jalan Baru Pasar Rebo
Cari aja bus jurusan Cianjur yang lewat puncak pass atau Jalan Raya Puncak

Gampang banget kalau mau kesini. Patokannya adalah Taman Matahari, The Ranch Bogor PERSIS BANGET DI SEBERANGNYA sedikit. Kalau kamu dari arah Jakarta, artinya sebelah kiri Taman Matahari dan sebelah kanan jalan The Ranch Bogor.



Harga Tiket Masuk : Rp 20.000
Tiket ini nantinya bisa dituker sama Susu Segar loh, mengusung konsep yang sama kaya saudaranya ya si The Ranch Bandung. Fresh Milk nya enaaaaak! ada rasa cokelat, strawberry sama satu lagi lupa rasa apa...


Review

>>

Tempatnya bagus dan gampang banget buat dijangkau. Kenapa gampang banget? karena menurutku ini belum di puncak-puncak banget lah, masih ada yang lebih tinggi dan jauh macam Cibodas, Telaga warna ataupun taman bunga yang lebih jauh lagi dari Jakarta.

Kalau kita termasuk yang suka selfie cocok banget nih kesini. Tempatnya emang ga begitu besar, karena basic nya cafe kan.. cuma banyak spot-spot lucu buat foto.


Tempat ini juga lebih cocok buat cafe keluarga sih ya, karena ramah anak banget.. Banyak spot menarik buat anak kaya Taman bunga, air terjun mini, Wisata kuda dan Taman kelinci, meskipun ada beberapa spot yang bayar tiket lagi sih buat masuk.


>>

Point minus nya? Ada
Aku tipikal orang yang pertama kali dateng ke suatu tempat pasti penasaran banget penampakan Musholla atau Masjidnya. Dan menurutku musholla di tempat ini agak kurang nyaman. Tempatnya ga begitu besar dan tempat wudhu untuk perempuan di luar. sayang banget kan, padahal rapi dari luar..


dan karena sekali lagi ini disebutnya wisata di dalam cafe, jadi tempatnya ga begitu luas. Kalau ga suka selfie atau pun ga berniat nongkrong di Cafe, mungkin ga begitu betah di tempat ini ya. Alternatifnya bisa ke tetangga sebelah, Taman Matahari atau kalau masih pagi disana bolehlah naik lagi ke tempat wisata yang lebih tinggi di Puncak.



Btw, aku belum bisa ngasih perbandingan antara The Ranch di Bogor ini dengan yang di Bandung. Maklum belum pernah melipir ke yang di Bandung 😆

Yang pasti menurutku, tempat ini masih bisalah jadi salah satu yang recommended buat dikunjungi~ 

Semoga setiap bulan bisa nambah deh tanah wisata yang dipijak, meskipun ujung-ujungnya cuma ke tetangga Jakarta 😌

Wassalamu'alaikum..




Kamar Osa, 10:53 PM
Fly High!

Monday, September 25, 2017

Mencoba POPBOX!

September 25, 2017 0 Comments
Jadi ceritanya awal bulan ini sempet order HP dari OlShop terkenal tapi barangnya agak mengecewakan, aku pun retur. Karena barangnya sensitif kan dan baca sana sini agak ribet kalau kirim HP dari Ekspedisi (seperti JNE, Pos, J&T) seperti misalnya harus asuransi tambahan karena ada packing-an khusus atau packing barang yang harus di depan petugas ekspedisinya langsung. Itu menurutku agak ribet ya meskipun maksudnya baik sih untuk menghindari customer yang nakal (misal bilang kirim Iphone padahal kirim hp hitam putih) atau biar HP sampai selamat sampai tujuan tanpa terbanting-banting.
Akhirnya aku cari opsi lain dan ketemulah Popbox! Kebetulan Olshop aku selain kerjasama untuk pengiriman barang atau dropbox barang retur sama Ekspedisi (pada umumnya), juga kerjasama sama Popbox. Awalnya ragu sih karena belum pernah, tapi yauda nekat aja.
  
First time pakai PopBox yang ada di Stasiun Lenteng Agung. Gampang banget!

1. Kamu pilih bahasa dulu. English atau Indonesia
2. Pilih Opsi Layanan. Karena aku mau retur kan, jadi aku pilih "Mengembalikan Barang"
3. Nanti muncul nama-nama olshop seperti Lazada, MatahariMall, dan lain-lain. Tinggal dipilih aja kita retur barang dari olshop apa.
4.Terus ada pilihan mau simpan di loker ukuran apa beserta keterangan jumlah kesediaan lokernya ada berapa per ukuran. Aku asal pilih aja Ukuran XL. Ternyata kukuran XL gede banget 😂 (yang aku panahin di bawah)
5. Tiba-tiba ada pintu loker yang kebuka. Jadi, popbox otomatis pilihin dan ngebuka loker yang sesuai sama pilihan ukuran kita
6. Letakkan barang retur. Tutup rapat
7. Ada notifikasi, baca baik-baik ya
8. Klik OK dan selesai!
9. Ga lama kemudian kita dapet sms notifikasi dan no resi.

Jangan lupa tetap packing barang kita seaman mungkin. Kalau barang elektronik, usahakan pakai bubble wrap berlapis. Dan jangan lupa berdo'a 😁 Soalnya sampai sekarang aku ga paham cek resi nya dimana. Aku ubek-ubek website Popbox nya juga ga nemu. Atau mungkin ada di bagian FAQ ya? aku belum baca juga sih yang tertera di Boxnya. Akhirnya aku cek dari status pengembalian retur di olshop aja, Alhamdulillah lama-lama juga berubah statusnya sampai tertera "Barang sudah diterima".

sekian.


Rumah, 5;36 PM
Fly High!

Wednesday, September 20, 2017

Tuesday, September 19, 2017

Bandung Trip - Punclut (Part 1)

September 19, 2017 0 Comments


Assalamu'alaikum, kumaha damang? 😊
jadi, emang bener kadang yang DADAKAN itu pasti JADI daripada ada RENCANA dari lama tapi cuma WACANA. wkwk

Jadi akhir Agustus tetiba ada seniorku yang ngajak ke Bandung dadakan, karena memang udah lama ga piknik cantik kan, jadi ikutlah aku. Dan berangkatlah kami pada hari Minggu pagi (3 september 2017) setelah ada beberapa drama yang terlewati, biasalah ya perempuan. ehehe

Jakarta.
Bus Primajasa Bekasi-Bandung Rp 60.000

Pemain Lama tapi Jiwa Muda

#bus #busindonesia #akdp #indobusstyle #indobusspotters #ayonaikbis #sukafotobus #instabus #bisindonesiacomunity #busmania #primajasa #bandung #bekasi #mayasariutama #eatsleepbusindo #indonesianbushunter #indobusstyle #indonesianbuschannel #photography #hunting #teamcanon
http://www.thepicta.com/media/1490668947745667315_1685365857
Kami berangkat pkl 08:15 pagi dari Terminal Bekasi naik Bus Primajasa. Sebenernya Bandung itu gampang banget kan dijangkau nya, aku sempet lihat di p-adiciti kalau mau naik kereta lumayan terjangkau lah, harganya Rp 90.000 dan kamu bisa lihat pemandangan menuju Bandung yang ciamik dari jendela kereta, katanya. Bisa juga naik travel macam Baraya, Daytrans, Cipaganti dan lainnya. Kalau kamu sekitaran Depok, juga bisa naik Bus MGI (anaknya Mayasari Bhakti) dari Terminal Depok. Bus ini juga lewat Lenteng Agung-Tanjung Barat, jadi kalau aku pribadi bisa sih naik dari Lenteng aja, tapi bareng-bareng ajalah ya biar ga nyasar ke Bandungnya 😁

Bandung.
Bus Damri, Leuwi Panjang-Dago Rp 5000

Sekitar pkl 11 siang sampailah kita di Terminal Leuwi Panjang daaaan Selamat datang di Kota Bandung!
karena sudah booking di daerah Dago Atas, berarti dari terminal kita tinggal cari angkutan yang ke Dago. Bingung. Tanya sana sini akhirnya berlabuhlah hati kami di Bus Damri. Jadi, Bus Damri yang dimaksud ternyata mirip banget sama Transjakarta (menurutku sih), bedanya cuma ga ada tulisan Transjakarta di body busnya aja. Jurusan bus ini banyak banget. Aku nyaranin banget sih naik ini, soalnya kaya kerasa aman aja gitu negejelajahin kota orang dengan naik bus punya pemerintah, eaaa. Bus nya juga murah, tinggal naik dan sampailah kamu di Dago.

Dipati Ukur.
Makan siang. Nasi, ayam bakar, lalapan, tahu, tempe. Rp 15.000. Es Teh Rp 3000

Dokumen Pribadi

Dokumen Pribadi
Pkl 12.00 sampailah kita di Terminal Dipati Ukur (pemberhentian terakhir bus). Aku bingung sebenernya busnya jurusan akhir Dago tapi kok pemberhentian akhirnya di Dipati Ukur bukan di terminal Dago. Dan aku belum dapet jawabanya tapi yaudahlah ya, nikmatin aja Dipati Ukurnya dulu. ehehe. Kami makan dulu di sekitaran Unpad, nostalgialah ya, jalan-jalan rasa mahasiswa. Disini murah, aku makan Nasi, ayam bakar, lalapan, tempe dan tahu cuma Rp  15.000, ya walaupun aku kebagian ayamnya yang cuma ukuran 4 jari sih tapi tetep worth it lah buat kantong mahasiswa. Setelah itu kami sholat dzuhur di Masjid unpad baru pesan Go-Car menuju Dago Atas. tancap gan!

Sambil nunggu gocar sampai, kami ngobrol sana-sini dan sampai di kesimpulan kalau ke Bandung emang lebih enak bawa mobil ya atau minimal carter mobillah. Lebih menghemat waktu, gak ribet dan diitung-itung juga hemat dompet. Beberapa tempat wisata di Bandung kan emang sebenernya gampang dijangkau kan. Gampang tapi cuma sampai gerbang. Dari gerbang masih seabad lagi sampai titik rekreasinya 😕
Obrolan carter mencarter ini masih berlanjut sampai di dalam mobil abang Go-car. Dan ternyata abang go-Car nya cerita kalau mobilnya juga bisa dicarter. yuhuuu, puncuk di cinta ulam pun tiba yah. Jadilah kita carter mobil abangnya, murah banget! dengan Rp 300.000 kamu bisa jelajahin Bandung dari jam 06.00 sampai 15.00 (yang pada kenyataannya, ternyata kami carter sampai jam 16.00 😝)

D*go H*lls H*tel
2 hari 1 malam, check in-check out 14.00 - 12.00, Rp 240.000
King Bed. include breakfast for 2

Dokumen Pribadi
Dokumen Pribadi
Di hotel ini kami berlabuh. Kami pesan kamar dengan fasilitas King Bed, maklum kami kan bertiga. Pesan online di traveloka. Pas dateng, keliling-keliling bentar, emm.. agak beda sih ya sama di gambar, terutama kolam renangnya.  Kamar emang agak kecil, tapi maklumlah dengan harga segitu kan, itu ga masalah, toh kami juga cuma numpang tidur. Tapi masalahnya itu di kamar mandi, agak kurang bersih gitu menurutku 😑
Paling engga Kenyataan di paginya, kami memang dapat 2 piring nasi goreng dan nasi gorengnya enak!
 
Dokumen Pribadi


Punclut

https://tempatwisatadibandung.info/punclut-bandung-surga-wisata-kuliner-alam-ciumbuleuit/
Sore pertama di Bandung kami memilih untuk singgah di Bukit Bintang. eh kok ga sesuai judul, punclut?
Iya, bukit bintang hanyalah sebuah harapan. Kami pesan gocar dari hotel munuju bukit bintang, ga ngerti lewat mana, yang pasti ikutin peta. Tiba di pintu masuk (?), kami dicegat sama satpam dan ditanya mau ke komplek atau mau kemana? (emang itu pintu masuk komplek gitu sih, awalnya aku pikir mungkin itu jalan tikus kalau mau ke bukit bintang). Ketika kami jawab kami mau ke bukit bintang, katanya udah ga bisa lewat jalan situ, disaranin lewat jalan lain aja, entah jalan yang mana yang dimaksud. Akhirnya berkat saran Mamang GoCar kami pun berubah haluan, dari bukit bintang ke Punclut. Nama punclut udah ga asing lagi di telinga aku sih, jadi aku mau-mau aja kesana. Toh disana juga daerah tinggi nya Bandung kan dan juga banyak 'bintang'.
Punclut Puncak Bandung
www.trivindo.com/tempat-makan/punclut-puncak-bandung.html
Tempatnya baguuuuuus! Ga nyesel lah pindah haluan kesini 😍
Kami singgah dan ga lupa dong buat ngabadikan moment. Meskipun datang pas belum malam, tapi Punclut tetap rekomen kok buat didatengin meskipun pagi, siang atau sore.
Di Punclut ini ternyata banyak tempat makannya lho, tapi yang paling hits "Punclut Cafe" dan Lereng Anteng jadi pilihan kami buat duduk-duduk cantik sambil makan malam ditemani "Bintang-Bintang" Kota Bandung. Soal harga, standar kok, kaya harga-harga cafe hits menengah (ke bawah) di Jakarta lah.

Dokumen Pribadi

Dokumen Pribadi

Dokumen Pribadi

Dokumen Pribadi

Dokumen Pribadi

Perjalanan ditutup dengan matinya HP aku, huhuhu. Sedih ga bisa ngabadiin langsung "bintang-bintang" nya.

"Dan Bandung, bagiku bukan cuma urusan wilayah belaka... Lebih jauh dari itu melibatkan perasaan yang bersamaku ketika sunyi.." Pidi Baiq

Rumah, 8:08 PM
Part 2 menyusul ya...

Fly High!

Tuesday, August 29, 2017

Y+3

August 29, 2017 0 Comments

Selamat Wisuda!!!
2 kata itu sukses membanjiri homepage Instagram aku. Ada apa di bulan Agustus 2017?

3 tahun yang lalu juga sama, di bulan yang sama, pun juga sama-sama di tanggal akhir, 2 kata itu sukses terngiang di telinga aku. Selamat Wisuda.

Dulu sama sekali ga kebayang menjadi aku yang sekarang. Berfikirnya ya setelah lulus pasti kerja sesuai jurusan dong. tapi nyatanya? jauh banget sama gelar di ijazah aku.
Aku berada di titik bahwa aku sadar kayanya aku salah jurusan nih dulu. Oke Aku ralat ya, bukan salah, tapi cuma aku aja yang kurang berhasil mempertahankan gelar jurusanku. ehehe
Nyesel? awalnya sih. Mikir aja dulu kenapa ya milih ini jurusan, padahal ngerasa Istikarah udah bener. Udah fix banget milih ini jurusan dan menyingkirkan jurusan lain yang aku juga keterima.
Tapi sekarang aku udah ga nyesel, ya kalau dipikir-pikir 3 tahun di kampus itu berarti banget emang dan mungkin gabisa aku dapetin di tempat lain. Dari mulai ilmunya, deg-degannya dan segala macam drama selama 3 tahun yang ga tergantikan. Dan kalau aku ga punya gelar ya gabisa juga kerja di tempat sekarang kan. Juga aku percaya, kalaupun sekarang aku belum dapet jawaban yang pas kenapa dulu aku 'dikirim' ke Jurusan itu, nanti juga muncul jawabannya, pasti Allah punya cerita lain, dan ini yang terbaik.

Sempat 2 tahun bekerja di jurusan sesuai gelarku, aku ngerasa emang ini jurusan bermanfaat banget sih. dari Ilmunya yang A to Z, semua usia bisa ditangani.
Aku seneng banget dulu kalau pas aku lewat, ada yang nyapa di tengah-tengah ramainya pasien yang antri di meja pendaftaran. Juga ada ibu-ibu yang nangis pas tau aku resign, padahal aku baru ketemu sekali. Drama-drama kehidupan di poli yang ga bisa dilupain sampai sekarang. Iya, sekarang aku kangen masa-masa itu.

Bulan-bulan setelah resign, aku sadar aku punya cita-cita lain disamping aku juga ngerasa aku gabisa lagi nih berkecimpung di dunia kerja sesuai jurusanku. Campur aduk rasanya di hati, harus jujur sama hati juga harus jujur dong sama Ibu Bapak kalau anaknya ini "seenak jidat" gamau kerja di jurusannya.
Sebenarnya Kalau untuk sehari-hari atau bakti sosial aku masih bisa pakai ilmu jurusanku, tapi kalau kerja, rasanya aku perlu mikir ratusan purnama lagi deh ngalahin lamanya Rangga yang ngegantungin Cinta.

Semakin aku kenal dunia luar, semakin aku tau, banyak juga ya yang kaya aku, kerja di luar bidang jurusannya. Ya gapapa, pilihan masing-masing kan? Jangan kaget. Semoga pilihan kita saat ini sesuai jurusan atau engga, ngebawa kita jadi orang yang makin bermanfaat dan ngehasilin pundi-pundi amal kebaikan yang berkah. aamiin

Dalam buku Awe-Inspiring Me karya Dewi N. Aisyah
"Tuhan menaruhmu di tempatmu yang sekarang, bukan karena kebetulan. Orang yang hebat tidak dihasilkan melalui kemudahan, kesenangan dan kenyamanan. Mereka dibentuk melalui kesukaran, tantangan dan air mata." (Dahlan iskan)



Kamar Osa, 10:27 PM
Setelah lama tidak muncul. Sekalinya muncul malah curhat. Harap maklum.

Fly High!

Tuesday, July 19, 2016

Comeback!

July 19, 2016 0 Comments
Assalamu'alaikum...

haai apa kabar? yaampun buka blog ini lagi dan sadar terakhir kali posting 2015 :(
okay. mari kita hidupkan kembali blog nya yaa.
semenjak merantau ke cikarang jadi agak males sama sosmed macam blog sama tumblr, entah kenapaaa.
Oya sekarang aku lagi di Jakarta, dapet libur 8 hari (liburan lebaran), 3 hari aku ambil tepat pas lebaran, 5 hari nya baru aku ambil jum'at kemarin. Ga nyangka liburan sudah habis, besok harus balik ke cikarang. masih pingin liburaaan :'D

Jum'at, 15 Juli 2016 (Liburan hari 1)

ini masih dalam rangka liburan lebaran dan liburan sekolah. Mau beli tiket bioskop berasa mau nonton konser euy. rame!

jadi, aku sama winda berniat menonton di XXI Plaza Depok. Bioskopnya bagus! habis di renov besar-besaran sih. Jauh banget dibanding yang dulu. Walaupun menurutku agak dekat dan kurang tinggi sih jarak antar bangku dengan layarnya dibanding di bioskop lain. Tapi ga masalah, ga sampe ngerusak mata kok. Yang pasti bioskop ini jadi pilihan pertama kalau kamu mau nonton Film yang sama dengan bioskop lain, tempat enak tapi dengan harga mahasiswa.

Harga tiket

Senin-Kamis Rp 25.000
Jum'at Rp 30.000
Sabtu-Minggu/Libur nasional Rp 35.000

termasuk terjangkau kan gais? dibanding bioskop-bioskop lain di kota depok :'D
Tapi kalau kamu mau nonton sambil kongkow2 atau sekedar duduk-duduk cantik di cafe Mal emang ga di Plaza ini sih tempatnya. Mungkin kamu harus pilih bioskop di Mal lain atau kamu nonton disini terus nongkrongnya di cafe Mal lain. Hahaha. ribet banget ya jadi nya.

Okay sekarang pertanyaannya.. mau nonton apa? bingung. Banyaak banget pilihan film bagusnyaa.
Kalau aku  paling galau sih antara dua, Rudi habibie atau Sabtu Bersama Bapak. Tapi karena winda memang niat dari awal nonton Rudi, yasud akhirnya pilihan jatuh ke film Rudi Habibie.



(via movie.co.id )

Remember the Spring...
Ingat dengan mata air
Apabila ia baik maka sekelilingnya (yang dialiri) pun akan baik
Apabila ia keruh maka sekelilingnya pun akan keruh

dan kita harus menjadi mata air yang baik dimanapun kita berada. Ini sebagian yang aku dapat dari Film Rudi Habibie. Aku juga suka kisahnya Habibie sama Ilona walaupun akhirnya berpisah sih.

Kita adalah manusia tanpa batas.

Kita bisa melakukan apapun, menginspirasi siapapun, pergi kemanapun atau sekolah setinggi yang kita bisa dan bermanfaat sebanyak mungkin.

setelah nonton film ini , aku sama winda jadi makin semangat lanjutin kuliah dan makin sadar kami harus lancar bahasa inggris!!!^^

Selesai nonton, perut kami lapar. Banyak pilihan makanan enak di sepanjang Jalan Margonda..
SS, Spesial Sambal, jadi pilihan tempat untuk memanjakan perut kami.
SS ini ada di dekat Hotel Bumi Wiyata, tapi di seberang hotel nya ya gais. jadi kalau dari arah Plaza depok, kita putar arah ke arah pasar Minggu. Nanti SS ada di sebelah kanan jadi kamu harus putar arah lagi untuk sampai ke sini.

murah. enak. banyak pilihan. tempat asik. kenyang.

(dokpri)

selesai makan kami pulang ke istana masing-masing. yeay Alhamdulillah.
selesai liburan hari pertama! besok mau kemana ya? ~^^~



Rumah Aya, 10:48 AM
Fly High!

Tuesday, January 13, 2015

Saya, si Pejuang GA

January 13, 2015 0 Comments
Dapet dari Give Away~

Give Away (GA).
Dua kata di atas itu selalu happening banget di grup KPI (Komunitas Postcrossing Indonesia). Selalu aja hampir setiap hari ada orang baik yang ngasih cuma-cuma KartuPos cantiknya. Dan akhir-akhir ini aku iseng-iseng ikutan kuis GA temen-temen, iseng tapi sering. haha >.<v
Sampai disebut salah satu Pejuang GA, ini buat lucu-luan sih.
Jadi kadang GA ini disertai sama kuis gitu, nulis cita-cita lah, impian, nebak negara-negara atau sekedar nulis nomor urut lalu nanti diurus sama bang 'random' dan ikutan ini itu seru banget! apalagi kalau menang :') Dan aku Alhamdulillah banyak menangnya~

Terima kasih buat orang-orang yang ngasih GA, karena selalu buat orang bahagia!
Aku kapan dong buat orang bahagia?
Nunggu waktu dan kondisi yang tepat dulu. Semoga ada dan kesampaian :3


Rumah, 7:11 PM
Fly High!

Monday, January 12, 2015

(de)motivasi.

January 12, 2015 0 Comments

Do'a sebelum Belajar
via doasehariharii.blogspot.com


Hari ini aku akhirnya merasakan apa yang namanya demotivasi, yah semacam malas beraktivitas gitu deh. Ada satu hal yang menuhin pikiran aku sepanjang hari ini sampai berujung di 'diam'. Hingga akhirnya sore tadi, muncul jarkoman yang menuhin diberbagai grup whatsapp aku. dari si SALAM~

"Belajar adalah sikap berani menantang segala ketidakmungkinan bahwa ilmu yang tak dikuasai akan menjelma di dalam diri manusia menjadi sebuah ketakutan. Belajar dengan keras hanya bisa dilakukan oleh seseorang yang bukan penakut."
- Anwar Fuadi 

Ngena banget! Walaupun ga ada hubungannya sih aku sama jarkoman itu, tapi ini pas banget sama perang batin dan pikiranku hari ini ._.
Quotes ini adalah sepenggal dari jarkoman tentang oprec BPH SALAM UI 18. Baru awal kepengurusan aja secara ga langsung udah buat 'pencerahan' seseorang, apalagi sepanjang perjalanan kepengurusannya. Semoga husnul khatimah :')


dan aku bukan seorang penakut! Semangat!


Kamar Osa, 8:08 PM
Fly High!

Friday, December 12, 2014

Thursday, December 11, 2014

Hurray! begitu judulnya

December 11, 2014 0 Comments
"Hurray!"
Kalau ada email masuk dan dimulai kata "Hurray!", bersiaplah kabar baik datang~



POSTING INI CUMA MAU PAMER. HAHA =p Noraknya kebangetan emang


Senin, 8 Desember 2014 sampai dengan selamat!
dikirim sejak 14 November 2014. Total 24 Hari*
Rusia

Rabu, 3 Desember 2014 mendarat!
dikirim sejak 14 November 2014. Total 19 Hari*
Jerman


*Ketika kita klik "send a postcard" di website-nya sama aja kita request alamat seorang diluar sana yang mau kita kirimi postcard. Nah mulai hari itu juga postcard kamu dianggap 'travelling' atau sedang OTW ke alamat yang kamu request. Berhubung awal-awal cuma iseng-iseng aja dan asal klik karna kepo, jadilah aku semi PHP, sebulan lebih dari pas aku request alamat itu postcard-postcard baru aku kirim dari Indonesia, makanya sampai 60hari ditulis baru sampai >.<


Masih nunggu kabar 2-3 postcard lagi. wohoo!


Kamar Osa, 11:45 PM
Fly High!

Wednesday, December 10, 2014

Jadi, perlukah kata "Jangan" ?

December 10, 2014 0 Comments
POSTINGAN #1
via group WA TobeWOW chap 43


via www.cnn.com

                                                                                                                              

Assalamualaikum wr wb. Hari rabu waktunya share artikel parenting. Kali ini mengenai perbedaan sudut pandang penggunaan diksi "jangan" dalam pengasuhan dilihat dr sudut pandang ilmu psikologi barat dan Al Quran. Semoga bermanfaat..

Jangan ada keributan Gara-Gara Kata “Jangan”

by : bendri jaisyurrahman (twitter : @ajobendri)
  1. Beberapa hari ini banyak yg tanya saya (lebih tepatnya ajak diskusi) seputar kata “jangan” dalam ilmu parenting dan Alquran
  2. Sebagian ada yg mengatakan kata “jangan” sebaiknya dihindarkan diganti kata anjuran. Ini ajaran parenting
  3. Sebagian yg lain justru mempertentangkan dgn berdalih bahwa alquran justru banyak memuat kata jangan. Apakah quran salah?
  4. Ujung-ujungnya saling melabel. Seolah-olah ilmu parenting yg menolak kata “jangan” dianggap tidak islami, pro yahudi, dsb.
  5. Nah, ini yg saya khawatirkan. Pertentangan yg berujung kepada labeling. Jangan-jangan ini disengaja. Eh kok pake kata “jangan”?
  6. Bukannya sok bijak. Sebab orang sok bijak sok bayar pajak hehe.. Tapi bersikap ekstrim meskipun baik tidak sesuai sunnah nabi.
  7. Hakikatnya, islam ini agama pertengahan (ad diinul wasath). Maka tindakan menyalahkan ilmu yg bersumber dari barat tanpa dicari akarnya juga tak tepat
  8. Seolah-olah kalau parenting itu dari barat jelas-jelas salah. Langsung tertolak. Padahal kita sering makan dari barat semisal rendang dari sumatera barat ‪#‎eh‬
  9. Ilmu parenting pada dasarnya bagian dari ilmu “keduniawian” dimana rasul mengatakan “kalian lebih tau urusan dunia kalian”. Artinya silahkan inovasi
  10. Tentu bukan berarti islam tak punya konsep dasar. Sama seperti ilmu kedokteran, parenting juga punya dasar ilmunya
  11. Tapi Islam tak menolak inovasi dalam bidang kedokteran sebab berprinsip “hukum asal muamalah adalah boleh kecuali ada dalil yg melarang”
  12. Maka, inovasi dalam kedokteran semisal operasi jantung, kemotherapi, dan cesar itu boleh kecuali yg jelas ada larangannya
  13. Sama juga dgn ilmu parenting. Muncul banyak inovasi yg tak semuanya kita tolak kecuali dgn dalil yg tegas.
  14. Mengenai kata “jangan” itu sendiri tak perlu kita cari dalih. Hal ini memang ada dalam alquran. So what?
  15. Tentu sesuatu yg berada dlm alquran tak boleh diragukan. Ini wilayah iman (QS 2:2)
  16. Namun, sesuatu yg ada dalam alquran tentu harus dilihat prakteknya dalam keseharian nabi. Sebab beliau sejatinya ‘penerjemah’ terbaik maksud dari alquran
  17. Jika hanya berdasarkan quran tanpa lihat praktek nabi, hati-hati bisa terkecoh. Bisa-bisa malah aneh.
  18. Sholat, contohnya. Dalam quran perintahnya hanya rukuk dan sujud (qs 48 : 29). Jika tanpa melihat rasul, maka kita akan anggap sesat orang yg iktidal atau duduk tahiyat
  19. Begitu juga penggunaan kata “jangan” dalam quran. Kita harus dudukkan dalam konteks ilmu parenting yg dicontohkan Rasul
  20. Itu artinya, mari kita tengok sejarah bagaimana sikap rasul kepada anak-anak? Dan kita akan dapati beberapa perlakuan yg “beda”
  21. Sesuatu yg dilarang kepada orang dewasa ternyata dimaklumi bahkan dibolehkan kepada anak-anak
  22. JIka orang dewasa dilarang main patung atau boneka, ternyata anak-anak boleh. Aisyah contohnya
  23. Jika orang dewasa dilarang ngobrol atau bercanda dalam sholat. Maka khusus anak-anak semisal husein, main di punggung rasul bahkan dibiarkan
  24. Bayangkan, kalau yg main di punggung itu Umar. Mungkin sudah rasul marahin
  25. Bahkan ada seorang anak yg pipis di baju rasul, dibiarkan. Tak dilarang. Kalau itu sahabat? Mungkin udah dikeroyok sama yg lain
  26. Karena itu, melihat penggunaan kata “jangan” dalam alquran tak boleh sembarangan. Ada patokan dan standarnya
  27. Untuk anak kecil yg belum baligh tentu beda perlakuannya dengan orang dewasa
  28. Bahkan sesama orang dewasa saja masih ada perlakuan yg beda. Contohnya orang badui yg pipis di masjid nabawi dibiarkan, tak dilarang
  29. Kenapa? Karena orang badui itu tak tahu alias bodoh. Inilah hebatnya rasul. Bersikap berdasarkan konteks kejadian
  30. Jadi ayat tak dikeluarkan serampangan. Indah betul Islam ini jadinya
  31. Karena itu, sebagai panduan penggunaan kata jangan ada beberapa pembahasan yg lumayan panjang. Salah satu yg mau saya bahas disini yakni konteks usia
  32. Minimal ada 3 konteks usia penggunaan kata jangan sesuai sikap nabi : utk anak yg belum berakal, untuk anak yg sudah berakal dan utk remaja atau dewasa
  33. Untuk remaja atau dewasa rasul tak ragu untuk memberikan kata jangan jika memang membahayakan agama orang ini. Biasanya terkait akidah dan akhlak
  34. Sementara utk anak, rasul sikapnya beda. Rasul bedakan yg sudah berakal mana yg belum.
  35. Caranya sesuai petunjuk rasul dlm urusan perintah sholat yaitu “jika sudah bisa bedakan kanan dan kiri”. Itu artinya sudah diajak berpikir
  36. Nah, untuk anak tipe ini (bisa bedakan kanan dan kiri) kata larangan atau “jangan” dibolehkan.
  37. Tapi lebih elok jika ditambah solusinya agar mereka tau apa yg harus dilakukan. Ingat mereka minim pengalaman
  38. Hal ini dialami oleh Rafi’ bin Amr Al Ghifari yg punya hobi melempar kurma. Rasul melarangnya namun kasih solusi.
  39. Solusinya adalah kalau mau makan kurma, yg jatuh di tanah, tak perlu dilempar. Indah kan?
  40. Sementara untuk anak yg belum bisa berpikir, rasul tak melarang. Lebih banyak memberi tahu sikap yg tepat. Bahkan cenderung membiarkan
  41. Yang dibiarkan rasul juga biasanya terkait dgn hal-hal yg berkaitan dgn eksplorasi skill.
  42. Rasul bahkan memotivasi anak yg lagi main panah di mesjid dgn ucapan “teruslah memanah. Sesungguhnya kakek moyangmu ismail seorang pemanah”
  43. Kalau anak sekarang main panah di masjid? Udah jadi rempeyek dihujat jamaah hehe
  44. Makanya, yg kedua yg harus dipahami selain konteks objeknya juga konteks apa yg dilarang
  45. Jika untuk eksplorasi skill hindari kata jangan. Agar anak termotivasi kembangkan potensi. Tapi untuk eksplorasi spiritual dan emosi silahkan pakai “jangan” dgn penjelasan
  46. Contoh penjelasan dlm quran “jangan ikuti langkah syetan, syetan itu musuh nyata bagimu”
  47. Lebih elok jika larangan ada penjelasan. Tentu ini pas bagi anak yg sudah berpikir.
  48. Di masa rasul ada seorang anak yg makan berlari-lari. Rasul ucap : 'Nak, sebutlah nama Allah. Pakai tangan kananmu dan makan yg paling dekat denganmu'
  49. Rasul tak keluarkan kata 'jangan' karena anak ini butuh tindakan konkret apa yg harus dilakukan saat itu
  50. Kesimpulannya, gak perlu bersikap ekstrim. Parenting meski dari barat bisa jadi adalah hikmah kaum muslimin yg tercecer
  51. So, buanglah sampah pada tempatnya ups..maksudnya pakailah kata jangan pada konteksnya.
  52. Sekarang, silahkan cicipi jangan nya (alias sayur) - bendri jaisyurrahman-


Kamar Igi, 2:08 PM
Fly High!