Showing posts with label Review. Show all posts
Showing posts with label Review. Show all posts

Sunday, January 6, 2019

WISATA JAKARTA : Review Dunia Air Tawar dan Serangga Taman Mini Indonesia Indah (TMII)

January 06, 2019 0 Comments


Assalamu’alaikum, holla!
Hari ini aku main lagi ke TMII, yeaaay!
Tapi ada yang beda nih. Beberapa kali aku ke TMII (ga bawa kendaraan), aku ga ngeh kalau ada Museum ini :''D

Ya gimana ya, karena bermodal kaki kan jadi kalau ke TMII paling mentok-mentok ke Anjungan Kota Padang atau Danau Mini Indonesia (?). ehehe. Nah, hari ini aku berdua temen mampir ke TMII naik motor! Mantap betul, akhirnya bener-bener ku bisa rasain keliling TMII dan sesadar-sadarnya tau kalau ternyata banyak Museum lho didalemnya, ada Museum Asmat, Museum Keprajuritan, Taman kupu-kupu dan banyak lagi!

Aku sebenernya ga Cuma berdua sih, ada banyak dan memang janjian langsung di Dunia Air Tawar itu. Saran aku memang kalau kesana bawa kendaraan pribadi ya, emm… motor sih yang paling enak, parkir mudah sekali. Kalaupun ga bawa kendaraan, bisa sewa sepeda atau motor juga di TMII dan hitungan sewanya per jam.

Okeh, lanjut. Ku jalan dari rumah pukul 08.00 WIB, Alhamdulillah jalanan lancar, sampai TMII pukul 08.35 WIB. Masih syepi~ Masih puaslah kalau mau foto-foto (pas siang tadi di TMII, ku syok ternyata TMII tuh juga bisa macet loh, weekend kali ya, untung ku kendarain motor kan jadi bisa nyelip).

TIKET MASUK TMII
INDIVIDU : RP 25.000 (Wow! Sebulan yang lalu padahal masih Rp 15.000. emm.. sepertinya karena masa liburan yaa)
*fyi aku kesana tanggal  22 Desember 2018
MOTOR : 10.000 (Jadi tadi aku bayar 35.000 (Individu+Motor))

RUTE KE TMII
- Busway, bisa langsung tanya ya ke petugas jurusan TMII.
- Kereta, bisa turun di stasiun Tanjung Barat terus lanjut ojol aja biar gampang ke TMII.
- Kereta, bisa turun di stasiun Pasar Minggu terus lanjut ojol atau naik angkot S15A (merah).
- Angkutan Umum / angkot S15A (merah) jurusan Ragunan-TMII via Pasar Minggu,, penghabisan angkot ini di TMII persis.

Apa aja sih yang ada di dalemnya? Lets go! Kita mulai dari Dunia Air Tawar yaa.
DUNIA AIR TAWAR 
Pemandangan Taman Legenda Keong Mas dari halaman Dunia Air Tawar


TIKET MASUK DUNIA AIR  TAWAR DAN SERANGGA
INDIVIDU   Rp 30.000
INDIVIDU + NONTON 3D : RP 40.000
*Satu tiket sudah termasuk tiket masuk ke Dunia Air Tawar dan Serangga (Berbeda gedungnya).
Pintu Masuk Dunia Air Tawar
Pintu Masuk Dunia Air Tawar






Pas masuk banget gedung, langsung ada banyak aquarium di kanan dan kiri. Masuk ke dalam lewat lorong tengah yang lorongnya itu kaya aquarium besar! Tapi jangan bayangin sama kaya di Seaworld ya, ini aquariumnya cuma pendek aja.





ini spesies gurame, ga kebayang kalau dimakan :o



Kayanya mereka paham deh, generasi sekarang generasi selfie. Wkwk. Soalnya banyak spot-spot lucu buat foto. Awalnya aja ga nyangka ada tanjakan air terjun di dalam gedung kaya gini. Kalau kamu lihat langsung jauh lebih keren!


Berasa dimana gitu kan. ekeke



Banyak banget peringatan kaya gini disana. Yang menurut kita baik belum tentu baik loh buat ikan disana. Jadi jangan dikasih makan ya ikannya. Biar kolamnya bersih juga kan :)




okaay, lanjut ke Dunia Serangga gais. Kita ngadem dulu, mantul banget AC di dalam ruangannya. wkwk. Gedungnya samping persis Dunia air tawar, tiket masuk tadi jangan dibuang ya karena nanti tiket itu juga buat masuk gedung Serangga ini.



ga kebayang rasanya gimanaaa



Gedungnya lebih kecil sih dari Dunia Air Tawar, jalan-jalan eh tiba-tiba udah dipintu keluar aja ☺

menuju taman kupu-kupu~


spot-spot foto banyak gais. wkwk




Lebah Soliter
Mushola nya ada dibelakang gedung ya, tapi aku kemarin ga sempet liat-liat dalamnya :')


Tempat ini cocok buat destinasi liburan, khusunya buat keluarga. Karena kalau yang jomblo, palingan ya buat foto-foto aja, "pelajarin" ikan sama serangga nya ga sama sekali. hahaha

Sekeliling TMII ternyata masih banyak loh museum-museum lain, boleh lah kapan-kapan main lagi. See you!

Kamar Osa, 2:50 PM
Fly High!

Monday, June 25, 2018

Cara Cetak Kartu BPJS Kesehatan dari Mobile JKN

June 25, 2018 0 Comments
Assalamu'alaikum..

Pernah ga sih ngerasain kartu hilang atau kartu keselip gitu?
Dulu aku sering banget kartu antah berantah dimana, sampai aku pusing sendiri carinya 😑
Alhamdulillah sekarang udah sadar sih, mencoba lebih rapi simpan kartu di dompet.

Tapi gimana dong kalau kartunya udah bener-bener ga ketemu?
Kalau kartu BPJS Kesehatan kamu yang hilang, sekarang ada solusi gampangnya nih, tanpa harus ribet ke Kantornya yang tahu sendiri kan antrinya ga perlu diraguin lagi kaya apa 😆

MOBILE JKN

Ini aplikasi yang bisa diunduh di playstore atau app store. Keyword nya 'Mobile JKN' atau 'BPJS Kesehatan', dari sekian banyak aplikasi bpjskes yang muncul, pastiin yang kamu pilih aplikasi resmi yang paling atas ya, MOBILE JKN bukan yang lain.





Setelah diunduh bisa ikuti langkah-langkah di bawah ini ya

  1. Pilih menu sebelah kanan  atau warna hijau, "Pendaftaran Pengguna Mobile"
  2. HARUS buat akun dulu sebelum login. Password nya password baru yang nantinya dipakai buat akses aplikasinya, jadi ga harus sama dengan password email. Setelah semua data diisi termasuk No HP, nanti kamu dapat no verifikasi ke no HP yang tadi didaftarkan. No verifikasinya 4 angka, nomor tersebut dimasukkan ke kolom yang muncul di aplikasi. Setelah verifikasi baru register. (CMIIW, aku agak-agak lupa sih 😅)
  3. Waktunya LOGIN! Aku beberapa kali logout-login, kadang Captcha nya ga muncul, kayanya masalah Jaringan. Jadi kalau kamu pas login captchanya ga muncul, ga perlu khawatir, coba aja 1 atau 2 jam ke depan, nanti juga muncul kok. Pastiin juga paket internet kamu masih ada.
  4. Pilih Menu Kartu Peserta
  5. Setelah muncul gambar Kartu Indonesia Sehat, klik Gambar amplop yang ada di sebelah kiri. Klik Ya untuk dikirim kartunya ke email
  6. Cek email, unduh dan tinggal di Print deh 


Jangan kaget ya kalau kartu yang muncul di layar namanya KIS atau Kartu Indonesia Sehat, udah ku tanyain ke Call Center 1500400 (niat banget ya nanya segala 😅 ), diinfoin kalau kartu terbaru tampilannya memang seperti itu. Kalau keluarga kamu adanya kartu yang lama, ga masalah, kartunya masih bisa digunain, masih berlaku, jadi ga perlu khawatir.
Jangan kaget juga kalau yang dikirim ke email kamu beda sama yang muncul dilayar, karena yang dikirim itu versi kartu Elektroniknya atau E-ID, sama-sama resmi, sama-sama bisa digunain.

Sekian, semoga bermanfaat ya, semoga sehat terus 😊

Rumah, 10:03 PM
Fly High!

Monday, March 5, 2018

WISATA JAKARTA : Hutan Bakau a.k.a Hutan Mangrove Jakarta (Rute dan Mini Review)

March 05, 2018 0 Comments

Assalamu'alaikum Jakarta 😃

Ini perjalanan satu tahun yang lalu. Pada zamannya lagi hits banget bermunculan foto pre wedding, buku tahunan atau sekedar selfie di hutan bakau alias hutan mangrove. Foto-foto nya bagus-bagus sampai pertama kali aku lihat foto temenku disana, aku sampai komen “demi apa ada tempat kaya gitu dijakarta?” Kebetulan foto yang dia share itu pas dia jalan di jembatan kayu dan kanan kiri pemandangan danau, pokoknya bagus deh!



Bermula dari penasaran dan mau jalan-jalan yang deket-deket aja, alhasil pilihan jatuhlah ke hutan bakaaaaau. Daaan pas sampai, apakah sesuai ekspektasi aku selama ini? Atau ternyata biasa aja? Kesimpulannya nanti aku share di akhir yaa
Oya btw, udah banyak yang nge-review, tapi gapapa ya aku ulas lagi versi aku


RUTE

BUSWAY
Info lengkap sesuai tempat kamu di https://transjakarta.co.id/peta-rute/
Dari jurusan manapunTurun di halte Monas atau bisa lihat halte terdekat kamu di link yang aku share di atas ya – Jangan keluar, tunggu bus transjakarta lagi yang kecil warna biru telur asin (?), naik yang jurusan Pantai Indah Kapuk (PIK) yaaa ­­– Lumayan jauh dari monas, bilang sama abangnya turun di Hutan Mangrove atau Yayasan Budha Tzu Chi Indonesia. Sebenernya kamu ga perlu bilang juga santai aja sih, pasti banyak yang turun disitu kok dan abang buswaynya juga pasti teriak-teriak “Mangrove~ Mangrove~”
*kalau ga salah dulu tambah ongkos lagi naik bus kecil ini, kalau dulu Rp5000 sepertinya, gatau kalau sekarang



KERETA
Dari jurusan manapunTurun di stasiun Kota – Pas turun kereta, keluar stasiun. Pilih pintu stasiun sebelah kiri ya dari tempat beli tiket atau sebelah kiri dari KFC – Sudah di luar stasiun? Ke arah kanan yaa cari tangga ke arah basement, ikutin aja jalannya, pilih yang arah busway. Ada tanjakan melingkar gitu dari basement ke arah shelter busway Kota. Intinya sih kita nyebrang dari Stasiun ke Halte Busway tapi lewat jalan bawah tanah. Siap-siap banyak godaan di jalur ini. Macem pasar malem, banyak banget yang dagang apa aja di jalan ini~ –  Masuk Shelter, tunggu Transjakarta jurusan PIK
Paling simple ya naik Mobil sendiri ya atau Mobil Online, tinggal atur maps dan sampai! Jangan Tanya aku ya arah-arahnya, karena aku buta jalan kalau pakai kendaraan sendiri. Yang pasti siapin cemilan, karena yang aku rasain dulu itu maceeeeet ke arah PIKnya dan faktor berangkat kurang pagi juga sih. Emang kalau kemana-mana itu lebih enak berangkat pagi banget, lebih fresh dan kalaupun macet mood masih oke.



REVIEW
Biaya : Rp 25.000/orang
Boleh bawa kendaraan, parkiran luas.
Pastinya kalau mau jalan harus fit badannya dan dalam mood yang baik ya, termasuk kalau kita jalan ke Hutan Bakau ini. Karena, kita harus jalan kaki lumayan jauh (menurut aku) dari turun Busway ke pintu gerbang Hutan Bakaunya. Tenang, sekarang kan gampang ya ada ojeg online ataupun ojeg offline , jadi kalau kita ngerasa capek, cus naik ojeg aja.

Kalau jalan, kita tinggal ikutin trotoar Yayasan atau Sekolah Budha Tzu Chi aja. Oya, Kamu suka selfie? Siap-siap selfie di negeri tirai bambu! Hahaha. Karena yayasannya besar banget dan bangunannya juga tinggi-tinggi, banyak banget spot bagus buat di foto dengan background macam di negeri China gitu.




Dimana letak hutan bakau nya?
Jadi dari turun busway kan ikutin trotoar Yayasan Budha Tzu Chi nya, trotoar nya yang sebelah kiri yayasan ya. Lurus aja, nanti trotoarnya belok ke kanan, kita pun ikut ke kanan. Trotoarnya ini ngelilingin Yayasan kok jadi tenang ga akan nyasar. Ga jauh dari belokan itu, nanti kita sampai di gerbang belakang (?) Yayasan dan tepat di seberang gerbang itu ya gerbang hutan bakau.
Kalau ga salah kesini itu ga boleh bawa camera semacam DSLR gitu, kalau tetep pingin bawa nanti kena cash (?)

ini lucu bangeeet, banyak pohon yang ada namanya gitu. Kayanya nama yang donasi pohon bakau. 




Disini lengkap, ada Musholla di dekat gerbang (sayangnya aku ga mampir ke musholla nya 😓), parkir luas, kantin juga ada.


Tapi sayangnya aku sampai pas diteriknya panas matahari, ma sya Allah panaaaas bangeeet disana! Aku saranin bawa payungnya, jangan lupa pakai sunblock, biar ga gosong cyin! Wkwk. Jadi, saran aku datang pagi-pagi yaaa, supaya pas matahari terik udah selesai kelilingnya tinggal ngadem aja.
Awal aku datang agak kecewa sih sebenernya, aku ngerasa tempatnya ga sebagus kalau kita lihat di foto-foto.  Sekilas biasa aja dan mood juga udah agak rusak sih saking panasnya. Tapi coba sekali kamu ambil foto pasti hasilnya bagus! Hahaha. Emang tempatnya magic banget sih, kalo di foto bagus, padahal menurutku aslinya itu ga sebagus di foto.


Review ini sebenernya kurang lengkap sih, karena aku cuma ke danau yang ada jembatannya, pendopo (karena bisa ngadem disini) dan di rumah-rumah kecilnya. Padahal, disana itu juga ada wisata air semacam perahu kecil gitu (aku baca ada plang nya di jalan). Atau aku harus kesana lagi ya buat lengkapin review? Hahaha kayanya aku harus ribuan kali mikir deh buat mau kesana lagi. Untuk saat ini sudah cukup satu kali aja



Okay segitu aja. Kalau kesini pastiin baterai hp full, camera full, power bank ada.. siap siap dapet view yang bagus-bagus. Oya siap siap kepanasan jugaaa! 😋


wassalamu'alaikum 💙

Homey, 7:21 PM
Fly High!